Polda Riau kembali mengungkap jaringan perdagangan organ harimau dari tiga pelaku yang membawa dan menyimpan ba" />
 
 
Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera di Inhu
Minggu, 16-02-2020 - 19:00:14 WIB

TERKAIT:
 
  • Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera di Inhu
  •  

    PEKANBARU -- Polda Riau kembali mengungkap jaringan perdagangan organ harimau dari tiga pelaku yang membawa dan menyimpan bagian tubuh dari Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrea) yang sudah mati. Organ harimau sumatera tersebut antara lain 1 (satu) lembar kulit, 4 (empat) taring, dan 1 (satu) karung berisi tulang-belulang harimau sumatera disimpan dalam plastik dan karung. 

    Penangkapan dilakukan pada Sabtu (15/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

    "Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh Harimau Sumatera Jumat lalu, 14 Februari 2020. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh Harimau Sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza nopol D 1606 ABK," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto.

    Lebih lanjut Sunarto menjelaskan, ketiga pelaku mengaku akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu. 

    Ketiga tersangka, MN Bin KR (45), warga Desa Balai Rajo, Kecamatan Tujuh Ilir, Tebo, Jambi, RT (57), warga Jorong Koto Baru, Desa Sisawah, Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) Desa Seresam, Siberida, Inhu, Riau. 

    Ketiga pelaku merupakan kurir yang bertugas mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo Jambi oleh eksekutor AT yang masih DPO dengan upah Rp2 juta. Selanjutnya akan diserahkan kepada HN (DPO) di Air Molek, Kab. Indragiri Hulu. 

    "Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau, Pekanbaru guna penyidikan lebih lanjut," kata Sunarto.

    Maraknya praktek Perdagangan illegal kulit dan organ harimau sumatera karena motif tingginya harga jual organ harimau di pasar gelap. Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp30 juta - Rp80 juta, taring harimau Rp500 ribu - Rp1 juta per buah, dan tulang harimau laku Rp2 juta per kilo di pasar gelap.  Harga tinggi itu disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatannya. 

    Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional, akan menghentikan kejahatan penyelundupan satwa tersebut, mengingat satwa itu sudah dalam kategori terancam punah. 

    "Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. Polda Riau akan terus perangi dan ungkap perdagangan illegal ini," tegasnya.

    Para tersangka ini melanggar Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal kurungan selama 5 tahun dan denda Rp100 juta. (JG)



     
    Berita Lainnya :
  • Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera di Inhu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Waspada Corona, Wako Tetapa Lanjutkan Evluasi pejabat
    02 200 tempat tidur dipersiapkan untuk PDP di Pekanbaru
    03 Butuh Dana Rp130 Milyar Untuk Penanganan Virus Corona di Pekanbaru
    04 Di Tengah Wabah Covid-19, Pemprov Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan
    05 Hubungan antara Cahaya Matahari dengan Kesehatan Mental
    06 Enam Tokoh Sepak Bola Meninggal Akibat Corona
    07 Pelanggar Aturan PSBB Jokowi Bisa Dipidana Setahun Penjara
    08 Awal April Jumlah Titik Panas Turun Signifikan
    09 UEFA Putuskan Nasib Liga Champions Besok
    10 DPR Akan Kebut Revisi UU Penanganan Bencana di Tengah Corona
    11 Polda Riau Bersama Stake Holder, Serentak Semprot Desinfektan di Beberapa Ruas Jalan
    12 Pemerintah Kota Pekanbaru Larang Operasi Pasar Murah
    13 Walikota Sebut Banyak Masyarapat Belum Sadar Bahaya Virus Corona
    14 Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Gubri Pimpin Penyemprotan Desinsfectan
    15 FDA Izinkan Penggunaan Darurat Obat Malaria untuk Covid-19
    16 Skenario Liga Inggris Digelar Tertutup Mulai Awal Mei
    17 Pilkada Ditunda, KPU Sepakat Anggaran Digunakan untuk Corona
    18 28 Titik Panas Terpantau di Riau Pada Akhir Bulan Maret Ini
    19 Perbedaan Rossi dengan Pebalap MotoGP yang Lain
    20 ICW Tuding KPK Tak Transparan dalam Seleksi Deputi Penindakan
    21 Cegah Penyebaran Covid-19, Gubernur Syamsuar Larang Masyarakat Mudik Lebaran
    22 Penyemprotan Disinfektan Upaya Pemutusan Rantai Penyebaran Covid-19
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau