Mahfud: Pemerintah Masih Akui AHY Ketum Demokrat
Sabtu, 06-03-2021 - 19:34:00 WIB
Pemerintah masih menganggap Ketua Umum Demokrat saat ini adalah AHY. (ANTARA)
TERKAIT:
   
 

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah hingga saat ini masih menganggap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. 

Sementara untuk kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pemerintah menurutnya masih menunggu hasilnya dilaporkan ke pemerintah.

Mahfud mengatakan, selama belum ada laporan hasil KLB Demokrat yang menunjuk Moeldoko jadi Ketua Umum itu, belum ada masalah hukum.

"Pengurusnya (Demokrat) yang resmi di kantor pemerintah adalah AHY, putra Susilo Bambang Yudhoyono," kata Mahfud dalam keterangan video yang diterima, Sabtu (6/3).

Pemerintah juga menurutnya sejauh ini belum menganggap ada KLB Partai Demokrat. Pasalnya belum ada pemberitahuan resmi ke pemerintah, terutama soal susunan kepengurusan yang dihasilkan.

Terkait Kongres Luar Biasa yang dilakukan sejumlah mantan dan kader Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) kemarin menurut Mahfud itu hanya acara kumpul-kumpul kader saja.

Pemerintah tidak bisa menghalangi acara pertemuan kader tersebut yang disebut Jhonny Allen cs sebagai KLB.

Mahfud mengatakan selama kegiatan tersebut tak dilarang menyalahi ketentuan hukum, dari mulai tempat hingga kegiatan yang dilakukan.

"Itu bukan di Istana Negara artinya tidak langgar larangan tertentu bukan di tempat ibadah, sekolah dan lain-lain," kata dia.

Maka kata Mahfud, jika ada yang bertanya sah atau tidak kegiatan KLB di Medan, pemerintah belum bisa mengambil sikap lantaran hingga saat ini tak ada laporan berupa data atau dokumen yang perlu disahkan pemerintah.

Baru kata dia, jika ada berkas hasil KLB masuk maka pemerintah akan mengkaji dan meninjau hasil tersebut untuk selanjutnya mengambil keputusan.

"Pemerintah akan menilai ini sah, ini tidak sah. Pemerintah berpedoman pada aturan-aturan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengakui pemerintah memang berada dalam posisi sulit jika ada persoalan di internal partai. Sebab pemerintah memang tak bisa mengintervensi.

"Pemerintah enggak boleh lho ada orang internal ribut mau dilarang. Seharusnya partai sendiri yang solid di dalamnya jangan sampai pecah," kata dia. (CNI)



 
Berita Lainnya :
  • Mahfud: Pemerintah Masih Akui AHY Ketum Demokrat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kemendagri Apresiasi Perhatian Pj Gubri ke Pemerintahan Desa
    02 Pj Ketua TP-PKK Buka Bazar UMKM BBI/BBWI
    03 Pj Gubri SF Hariyanto, Bagikan Motor Untuk Kades dan BPD se-Riau
    04 136 Desa di Kabupaten Bengkalis Implementasikan Siskeudes-Link Melalui CMS BRK Syariah
    05 Gernas BBI/BBWI, 3.500 Mie Sagu Disiapkan Untuk Pecahkan Rekor MURI
    06 Netanyahu Stres soal Surat Penangkapan dari ICC, Ancam Balas Palestina
    07 Pemerintah Ingin Percepat Investasi Swasembada Gula
    08 STY Blak-blakan Soal Penurunan Performa Timnas Indonesia U-23
    09 Hari ini Gebyar BBI BBWI dan Carnival Lancang Kuning Digelar di Pekanbaru
    10 Shin Tae-yong Apresiasi Perjuangan Skuad Garuda Muda
    11 Gebyar BBI / BBWI Dibuka Hari Ini, Waspada Hujan Akan Guyur Pekanbaru
    12 Jelang Indonesia vs Irak, Ini Harapan Shin Tae-yong untuk Wasit
    13 Ikhtiar PHR Dukung Sektor Pendidikan Riau Ciptakan Generasi Emas Berdaya Saing
    14 Ratusan UMKM Siap Ramaikan Gernas BBI/BBWI Riau 2024
    15 Pj Gubernur Riau Kukuhkan Pengurus BKOW Provinsi Riau Periode 2024-2029
    16 Elnusa Siap Pasok 35.000 Material Tubing OCTG
    17 Upacara Hardiknas, Kadisdik Justru Tak Hadir, Ada Apa?
    18 Tim Tetap Optimistis Garuda Muda Lolos ke Olimpiade 2024
    19 21 - 24 Juni Mulai Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau
    20 Cuaca Cerah Berawan, Waspada Hujan Dengan Petir dan Angin Kencang
    21 Target dan Harapan Maarten Paes Seusai Menjadi WNI
    22 Pemprov Riau Siap Sampaikan Aspirasi Buruh Hingga ke Pusat
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau