Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta pemerintah melakukan tiga hal sebagai langkah penanganan dan pencegahan" />
 
 
Marak Kahutla, Walhi Minta Pemerintah Kaji Ulang Izin Lahan
Kamis, 15-08-2019 - 13:12:49 WIB
Ilustrasi karhutla.
TERKAIT:
 
  • Marak Kahutla, Walhi Minta Pemerintah Kaji Ulang Izin Lahan
  •  

    JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta pemerintah melakukan tiga hal sebagai langkah penanganan dan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

    Pertama, kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati, pemerintah mesti membasahi i lahan gambut selekas mungkin. Itu perlu dilakukan agar karhutla tidak meluas mengingat lahan gambut kering adalah pemicu kebakaran.

    "Yang urgent dilakukan itu adalah segera membasahi lahan gambut, itu harus, urgent," kata Yaya kepada CNNIndonesia.com di kantor Eksekutif Nasional Walhi, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

    Menurut Yaya, perusahaan-perusahaan pemilik lahan konsesi yang terbakar juga harus ikut melakukan pemulihan. Bukan hanya pemerintah.

    Sedangkan untuk langkah pencegahan, Yaya meminta agar pemerintah mengulas kembali seluruh perizinan lahan yang telah diberikan. Menurutnya, pemerintah telah memberikan konsesi lahan yang terlalu luas kepada perusahaan selama bertahun-tahun.

    Alhasil, pemerintah dan perusahaan pun tidak mampu mengawasi secara optimal ketika ada karhutla, lantaran lahan yang sangat luas.

    "Pemerintah tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan monitoring sehingga kami minta adanya rasionalisasi dari izin-izin ini yang disesuaikan dengan kapasitas monitoring pemerintah," tuturnya.

    Yaya juga meminta agar pemerintah mengurangi penguasaan lahan. Yaya mengaku sudah bosan mengkritik dan meminta pemerintah berulang kali membenahi persoalan karhutla ini.

    "Kami ingin menyampaikan kemarahan kami atas ketidakberdayaan negara terhadap korporasi," tegasnya.

    Langkah ketiga, menurut Walhi, yakni pemerintah perlu membuka data perizinan lahan. Termasuk juga membeberkan lokasi tanah secara rinci yang dimiliki perusahaan.

    Menurutnya langkah ini akan membantu pemerintah dan pihak lain mendeteksi letak titik panas atau hotspot. Setelah itu, bisa dengan mudah mengidentifikasi siapa pemilik lahan.

    "Sehingga kita tahu itu ketika ada hotspot kita sudah bisa langsung, pemerintah sudah bisa langsung menyasar itu perusahaan punya siapa dan harus segera dilakukan tanggung jawab di sini," jelas Yaya.(CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Marak Kahutla, Walhi Minta Pemerintah Kaji Ulang Izin Lahan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BLK Pekanbaru dan Dumai Akan Dikelola Pusat
    02 Tuan MT Kasus Positif Ke 239 Covid 19 Riau Asal Pekanbaru
    03 Waspadai OTG, Ini Yang Harus Dilakukan Agar Tak Tertular Corona
    04 Distakan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup
    05 Hasil La Liga Spanyol: Madrid Menang 2-0 atas Alaves
    06 Kasus Corona Naik, Doni Monardo Minta Pemda Perketat Wilayah
    07 Titik Panas Kembali Terpantau Nihil Pagi Ini
    08 Rossi Disebut Bakal Jalani Kontrak Setahun dengan Petronas
    09 Doni Sebut Tak Masalah Corona Naik Asal Kematian Rendah
    10 DPMPTSP Terbitkan 70 Izin Pelaku Usaha Pasca Covid-19
    11 Masyarakat Apresiasi Pejuang Pemadam Karhutla Riau
    12 Direktorat Narkoba Polda Riau Ringkus 2 Pelaku Dan Sita 15,8 Kg Sabu
    13 Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Riau Launching Jaga Kampung
    14 3 Cara Agar CV Lamaran Kerja Menarik Perhatian HRD
    15 Aturan Main Drawing Perempat Final Liga Champions
    16 Jokowi Teken Perpres Baru soal Kartu Prakerja
    17 Titik Api Nihil, Beberapa Wilayah di Riau Masih Akan Hujan.
    18 Shin Tae Yong Pastikan Datang ke Indonesia
    19 Komisi V DPR RI Apresiasi Perjuangan Gubri Untuk Bangun Riau
    20 Antisipasi Karhutla, BPPT Sudah Dua Kali Lakukan Modifikasi Cuaca di Riau
    21 Evaluasi APBD 2020, Penanganan Covid-19 dan Kerjasama Pihak Ketiga Jadi Perhatian
    22 Hasil Swab Pegawai Negatif, Layanan Kantor Disdukcapil Kembali Buka
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau