Buletinsatu

Kicauan Iwan Fals Soal Alexis Dikritik Warganet, 'Di Mana Idealismemu yang Dulu?'

Musisi ternama Iwan Fals ikut menyoroti ditutupnya Hotel Alexis lewat berbagai cuitan di akun Twitternya.

Dari banyaknya kicauan pelantun lagu 'Lonteku' itu, ada satu tulisan yang begitu mendapat respons dari para warganet.

Kicauan tersebut membuat warganet mengkritik Iwan Fals yang dianggap tendensius.

"Alexis ditutup & tempat2 hiburan sejenis bakal menyusul...hm moga2 aja gak berceceran di-jalan2," tulis Iwan Fals, Selasa (31/10/2017).

Adalah kalimat 'berceceran di jalan-jalan' yang memancing komentar warganet.
Mereka menilai tulisan tersebut semakin menjelaskan bahwa di Alexis memang terdapat bisnis prostitusi.

Berikut beberapa kritikan warganet:

@dekus2, "Kok tendensius, bang? Aku fans bang iwan sejak 80 an, tp skrg kecewa berattttt. Dimana idealisme abang yg dulu???"

@Ipanghambali76, "Om fals ko ky sedih gitu alexis d tutup?seharusnye bahagia tmpt maksiat d ttp om."

@umanghamzah, "Berceceran di jalan? Kalau memang membela jgn setengah hati Oom @iwanfals; siap menampung juga dong agar totalitas membelanya #tercebong."

@syamstories, "Maaf ....saya turut prihatin, berarti logika selama inj tentang Alexis benar dan oom iwan pun tahu itu."

@riniNz1972, "Kl liat berceceran, dipungutin.  Kl mampu,bantu.  Kl ga mampu, bw ke dinas sosial. Simpel aja.!  Ga prlu koar2. Malu,,dah tua."

@rukukurniawan, "gw heran, kemarin kalijodo di bongkar stadium ditutup kok lu ngga pernah ngomong kayak gini wan? ayolah....".(anya/tribun)

Tuntut Kasus Novel Diselesaikan, Najwa Dinasehati Netizen " Hati-hati disiram Air Keras"

Najwa Shihab lakukan tuntutan atas pengusutan kasus penyiraman air keras oleh Ketua Tim Penyidik Komisi Pemberantan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Di hari ke 200 semenjak Novel terkena serangan air keras tersebut, Najwa Shihab bersama pegiat anti korupsi lainnya mendatangi kantor KPK untuk menuntut pengusutan secara tuntas kasus Novel.

"‎Sekarang sudah hari ke 202, kita semua sepakat untuk menyelesaikan kasus ini, waktunya sudah terlalu lama," ungkap Najwa Shihab di Gedung KPK, Jakarta Selatan, selasa (31/10/2017), dikutip dari Tribunnews.com.

Menurutnya kasus ini tidak sebanding dengan kasus yang sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian sebelumnya.

Wanita Wajib Tahu, Inilah Tanda-tanda Kamu sedang Berada dalam Bahaya Pemerkosaan!
Padahal maslaah Novel ini sudah sangat lama namun tak kunjung menemukan titik temu.
Karena menurutnya teror terhadap Novel ini merupakan teror nyata untuk mereka semua menolak adanya korupsi di Indonesia.

Najwa datang bersama empat mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Mochamad Jasin, dan Bambang Widjojanto, serta beberapa aktivis anti korupsi.

Mereka menuntut untuk segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan membantuk pihak kepolisian agar segera menemukan pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan.

Pernyataan tersebut seperti apa yang Najwa tulis di akun Instagramnya pada Selasa (31/10/2017).

"Bersama-sama mendatangi KPK menuntut keseriusan penuntasan kasus teror Novel Baswedan.
Mulai dari mantan komisioner pimpinan KPK, pegiat antikorupsi, aktivis, berbagai tokoh turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan agar pimpinan KPK segera mengusulkan pembentukan TPGF ke Presiden.

Empat mantan pimpinan lembaga antirasuah yaitu Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Mochamad Jasin, dan Bambang Widjojanto turut bersuara.

Sejumlah aktivis dan pegiat antikorupsi yang turut hadir juga di antaranya Mochtar Pabotinggi, Dadang Trisasongko, Usman Hamid, Titi Anggraeni, Haris Azhar, Muhammad Isnur, dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Lebih dari 200 hari kasus penyerangan air keras menimpa Penyidik KPK, Novel Baswedan.
Namun, pengusutan kasus ini hanya jalan di tempat dan semakin kabur.

Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menjadi urgent agar kasus ini segera menemui titik terang.

Apalagi Presiden Jokowi sempat menginstruksikan agar kepolisian bisa segera mengusut pelaku penyiraman ini.

Karena teror terhadap Novel Baswedan ini teror terhadap kita semua yang peduli terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini.
Serangan biadab siraman air keras, adalah serangan terhadap rakyat luas.
Novel disiram air keras oleh dua pengendara sepeda motor dalam perjalanan pulang dari salat subuh di Masjid Al-Ihsan, yang tak jauh dari rumahnya, 11 April 2017.

Akibatnya, mata kiri Novel terluka parah sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017 hingga sekarang.

Hingga 200 hari sejak penyerangan terjadi, pelaku tak kunjung ditemukan.
#KamiTetapBersamaNovel #TGPFNovelBaswedan #Antikorupsi #LawanKoruptor #KitaKPK," tulis Najwa dalam keterangan unggahan foto tersebut.

Atas postingan tersebut netizen memberikan berbagai tanggapan, mulai dari dukungan untuk Najwa dan ungkapan isi hati mengenai kasus Novel Baswedan.

@massseko: Saya sangat mendukung, keadilan harus ditegakkan !.

@andrea_lies: hati2 ya mba Najwashihab.. nanti mba bisa bisa juga di teror...krn org jujur banyak yg benci mba...GBU .

@muloyoung: Sangat disayangkan lamban kerjanya kepolisian buat mencari pelaku.. semoga Kepolisian benar benar seriues buat tuntasin kasus ini mba... semangat KPK!

@iisindrihapsari: #najwashihab kasus ini adalah pelecehan terhadap negara dan bangsa .. hrs usut tuntas !!!!

@sugiartoali: calon teroris ajah dengan mudah menangkap,tapi pelaku penyiraman sangat mustahil ditangkap,padahal sudah ada saksi dan CCTV.

@Dmojangei: hati2 mbak ntar di siram air keras,seperti pak novel yg benci korupsi!!.

Hal serupa juga disampaikan oleh mantan pimpinan KPK Abraham Samad yang datang bersanam Najwa untuk melakukan tuntutan mengenai kasus Novel.

"Ini sudah berlarut-larut, memakan waktu yang begitu lama. Kasus Novel tidak kunjung ada penuntasan dengan kata lain terkatung-katung. Kami ingin mendorong pimpinan KPK segera mengusulkan pembentukan tim TGPF," ungkapnya, dikutip dari Tribunnews.com. (anya/tribun)

Ustadz Hartono: Umat Islam Harus Desak MUI Pusat Fatwakan Syiah Sesat

Pakar aliran sesat, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz mengatakan perkembangan aliran sesat di Indonesia sulit untuk di hadang. Meski demikian dia meminta umat Islam tidak kendur dalam berjuang menjaga kemurnian aqidah Islam.

Disela mengisi kajian di Hotel Aziza, Pasar Kliwon, Solo, Ustadz Hartono menyayangkan pemerintah tidak mengambil tindakan tegas terhadap aliran sesat Ahmadiyah dan Syiah.

“Seperti Lia Eden dan orang yang mengaku Nabi palsu itu bisa dipenjarakan. Tetapi seperti Ahmadiyah, Syiah dan kelompok sesat yang sudah memiliki kelompok yang besar sulit untuk di proses,” katanya, Ahad (29/10/2017).

Ustadz Hartono menyayangkan adanya ketidak sepakatan Ulama yang duduk di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seharusnya mereka sudah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah yang menyimpang dari rukun Islam ahlus sunah wal jamaah.

“Mestinya Majelis Ulama tidak perlu ragu-ragu menfatwakan sesatnya Syiah. Kalau keluar fatwa Syiah sesat, insyaAllah masyarakat semakin yakin dan paham Syiah itu sesat,” ujarnya.

Hal itu dimaksudkan pihak kepolisian dalam bertindak memiliki dasar hukum. Ustadz Hartono meminta umat Islam terus mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa sesat Syiah.

“Jika mereka menggelar acara, aparat mendapat laporan masyarakat dan ada dasar hukumnya maka bisa ditindak. Untuk itu umat Islam harus mendesak lafal fatwa sesat Syiah,” pungkasnya. (ft/panji)

Video HOT Cewek Samarinda Terkuak, Direkam Saat SMA, Kini Kuliah di..

Misteri di balik pembuatan video hot cewek Samarinda mulai terkuak. Setelah Kaltim Post memastikan waktu rekaman itu diambil pada 21 Juli 2016, tempat pengambilan video pun sudah diketahui.

Video berdurasi 5 menit yang diperankan dua remaja di bawah umur itu diambil di hotel bintang empat. Hotel berjaringan internasional itu berdiri di Jalan P Hidayatullah, Samarinda.

Kaltim Post memastikan tipe kamar di dalam rekaman dengan mendatangi hotel tersebut. Lampu baca yang khas, yang selalu diletakkan di atas lemari berlaci di antara dua tempat tidur, nyatanya sama persis. Begitu pula telepon hitam di dalam video, tak ada beda.

Kesamaan yang lain adalah tirai cokelat, dinding krem, pengatur suhu ruangan yang diputar (bukan digital), melengkapi kecocokan.

Seperti dugaan Kaltim Post sebelumnya, kamar itu memakai sistem pendingin ruangan terpusat (air conditioner central). Benda serupa lainnya yang juga khas adalah kotak penyimpanan (safe box) yang ditempeli kertas putih.

Ni dan kekasihnya menyewa kamar dengan tempat tidur kembar atau twin bed bertarif paling murah. Untuk semalam, kamar kelas superior tersebut bertarif Rp 700 ribu. Sebuah harga yang sangat besar untuk ukuran siswa SMA kebanyakan. Kecuali bagi anak-anak dari keluarga berada.

Kedua pemeran juga ditelusuri. Ni, si artis, diduga alumni SMAN 1 Samarinda. Dia masih berstatus siswi SMA di Jalan Anang Hasyim, Air Hitam, Samarinda Ulu, ketika rekaman itu dibuat.

Saat ini, Ni kuliah di luar Kaltim dan masih menempuh semester pertama. Ni adalah seorang gadis yang jelita. Rambutnya lurus dan hitam, tergerai hingga punggung. Lekuk alisnya yang meskipun tidak terlalu tebal, sungguh menawan.


Ni memiliki bola mata yang sangat hitam. Hidung jambu airnya tepat di atas bibir tipis yang menutupi deretan giginya yang sempurna. Pada beberapa foto diri, Ni sering memakai kaca mata.

Pasangan Ni yang menjadi aktor adalah kekasihnya saat itu. Lelaki itu seangkatan dengan Ni tetapi berbeda sekolah. Kekasih Ni berpotongan rambut pendek.

Rambutnya dipotong lebih pendek di bagian atas telinga. Dia berkumis tipis dan bertubuh agak ceking. Lelaki itu diduga pernah sekolah di sebuah SMA di Sungai Pinang, Samarinda.

Dari penelusuran Kaltim Post, waktu pengambilan video diperoleh lewat penelusuran audio. Volume televisi yang sedang menyala memberi petunjuk penting.

Lewat bantuan aplikasi audio, kualitas suara berhasil diperbaiki. Saat itu, televisi di kamar memutar saluran Net TV, yakni program Entertainment Show Sore.

Dari saluran YouTube, audio yang persis dengan rekaman Ni adalah epiosde Rangga Moela, anggota Boyband Smash, yang sedang mencari inspirasi fashion.

Dari jejak pengunggahan video itu di YouTube oleh Net itulah diperoleh tanggal 21 Juli 2016. Sedangkan waktu penayangan, yakni pada lima menit terakhir acara atau 17.50 Wita sampai 17.55 Wita.

Mengacu kalender pendidikan, Ni dan kekasihnya saat itu sedang class meeting. Pasangan itu baru saja naik ke kelas XII.

Pemeran video HOT Cewek Samarinda Dikejar Polisi

Dari markas utama kepolisian Samarinda, dipastikan bahwa laporan video hot cewek Samarinda itu telah diterima.

“Laporan datang dari keluarga perempuan,” terang Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Video skandal itu tengah dipelajari aparat penegak hukum. Kemarin (25/10), anggota khusus Satreskrim Polresta Samarinda menggelar perkara di ruang tertutup.

Polisi mempelajari setiap sudut dan isi ruangan untuk menentukan lokasi video direkam. Video tanpa sensor itu juga menunjukkan bahwa keduanya dalam keadaan sadar dan mengetahui kamera tengah menyala.

Perwira Polri berpangkat melati satu itu menegaskan, kasus tersebut mendapat perhatian khusus. Namun, Sudarsono belum memerinci keberadaan orang-orang yang diduga menyebarkan video tersebut.

“Kalau dibeberkan, bisa kabur. Itu sudah masuk teknis pengungkapan,” tukasnya.

Meski pelapor dari keluarga Ni, Sudarsono mengatakan, tidak menutup kemungkinan bisa menetapkan Ni sebagai tersangka.

“Kemungkinan besar bisa. Pasalnya, UU Pornografi dan ITE (informasi dan transaksi elektronik) jelas dijabarkan,” sebut Sudarsono.


Dia berharap, masyarakat memaklumi kondisi sekarang. “Di lain sisi, keduanya juga korban,” terang Sudarsono.

Perwira yang pernah bertugas di Bali itu mengkhawatirkan kondisi psikologi orang-orang yang bersangkutan.

Ada hal menarik dalam kasus video hot cewek Samarinda ini. Ni dan kekasihnya berstatus di bawah umur saat membuat rekaman tersebut.

Keduanya masih berusia 17 tahun saat itu. Namun, seperti diatur dalam Undang-Undang 35/2014 tentang Perlindungan Anak, seperti banyak beleid yang lain, mengatur 18 tahun sebagai batasan usia anak.

Apakah keduanya tetap dianggap anak-anak karena ketika adegan itu masih di bawah umur? Atau diproses di luar perlindungan anak karena ketika kasus ini terungkap, keduanya kemungkinan sudah lebih 18 tahun?

Roy Hendrayanto, pengamat hukum dari Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, mengatakan jika salah satu dari keduanya terbukti menyebarkan, bisa dijerat hukum.

Jika penyebarnya sudah dewasa, meskipun dibuat saat masih anak-anak, pengadilan yang dipakai adalah pengadilan orang dewasa karena yang bersangkutan sudah cukup umur.

Roy menekankan bahwa kasus ini berfokus kepada penyebar. Lagi pula, kata dia, laporan kepada kepolisian adalah persoalan penyebaran video.

Menurut dia, khususnya di Kaltim, kasus-kasus penyebaran konten pornografi masih berfokus kepada pemeran. Penyebarnya justru tak tersentuh.

Sebagai contoh, kata dia, foto yang memperlihatkan aurat di tempat publik beberapa waktu lalu.

“Yang divonis justru perempuan di dalam foto. Padahal, penyebarnya bukan dia,” jelasnya.

Jika ditarik ke belakang, kata dia, perempuan tersebut juga sebagai korban. Termasuk dalam kasus video yang sekarang merebak.

Dalam Pasal 27 Ayat (1) UU ITE telah diatur larangan mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Tiga aspek yang ditekankan undang-undang, yakni memproduksi, menyimpan, dan menyebarkan konten pornografi. Sehubungan revisi UU ITE pada 2016, pasal pornografi adalah delik aduan.

Berdasarkan laporan kepada kepolisian, aduan ditujukan kepada penyebar video, bukan yang memproduksi atau menyimpannya.(anya/pojoksatu)

Menlu Retno: Siapa Bilang Korban Crane Tak Dapat Ganti Rugi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menampik kabar korban jatuhnya tower crane yang terjadi di Masjidil Haram, Arab Saudi dua tahun lalu tidak mendapatkan ganti rugi.

"Siapa yang bilang enggak dapet ganti rugi," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Sebelumnya, Pengadilan kecil (Summary Court) di Arab Saudi memutuskan insiden Crane dianggap bencana alam. Sehingga Bin Laden Group selaku perusahaan kontraktor tidak perlu membayar uang darah (diyat) kepada korban. (Baca juga: Pengadilan Arab Saudi Putuskan Korban Crane Tak Dapat Diyat)

Menanggapi putusan tersebut, Retno mengaku ada dua hal yang berbeda, yakni konpensasi dari perusahaan dan janji ganti rugi dari Kerajaan Arab Saudi. "Yang dari Raja tetap karena ini sudah keputusan Raja. Jadi harus dipisahkan ada dua hal yang terpisah," tutur dia.

Menurut Retno, terkait putusan pengadilan tersebut, pihaknya sudah menjalin komunikasi. Retno menilai tidak bisa disatukan antara putusan pengadilan dengan ketetapan Raja.

"Tetapi dengan adanya putusan ini kita sudah berkomunikasi. Tapi sekali lagi jangan dicampuradukkan," ujarnya.(anya/sin)

Gerindra, PAN, PKS Sepakat Berkoalisi di Pilgub Jatim 2018

Sekretaris Jenderal Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad mengungkapkan, partainya telah menggelar pertemuan dengan PAN dan PKS pada Rabu (25/10). Pada pertemuan tersebut, lanjut Anwar, telah disepakati ketiganya akan berkoalisi pada kontestasi Pilgub Jatim 2018.


"Intinya ya tiga partai ini berkomitmen untuk bersama-sama mengusung calon pada Pilgub Jatim 2018. Karena kekuatan dari ketiga partai ini 26 kursi di DPRD Jatim, ya cukup untuk mengusung pasangan calon," kata Anwar kepada Republika.co.id, Jumat (27/10).

Anwar melanjutkan, pengurus pusat ketiga partai ini juga telah memberikan sinyal kesepakatan untuk bersama-sama pada Pilgub Jatim 2018. Terlebih, kata Anwar, pengurus di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ketiga partai ini memiliki paham yang sama.

"Kesepakantan tiga partai di Jatim ini nyambung dengan di pusat. Jadi DPP PAN, DPP PKS dan DPP Gerindra sudah ada kesepahaman," ujar Anwar.

Namun demikian, kata Anwar, belum ada nama pasangan calon yang disepakati untuk diusung ketiga partai ini di Pilgub Jatim 2018. Hanya saja, dukungan Gerindra mengarah ke La Nyalla Mattalitti yang kemungkinan akan diusung sebagai calon gubernur.

"Ya mungkin arahnya (dukungan Gerindra di Pilgub Jatim 2018) kesana (La Nyalla Mattalitti)," kata Anwar.

Adapun PAN, lanjut Anwar, pada pertemuan yang digelar mengusulkan nama Ketua DPD PAN Jatim, Masfuk untuk diusung sebagai calon wakil gubernur. Sementara PKS, tidak mengusulkan nama siapapun untuk diusung.

"PAN itu mengajukan wakil gubernur, Pak Masfuk dalam hal ini. Kalau PKS tidak menyebutkan nama," ujar Anwar.

Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jatim, Agus Maimun memgungkapkan, baru-baru ini partainya sudah menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil). Salah satu yang dihasilkan dari Rakerwil tersebut adalah rekomendasi calon yang akan diusung pada kontestasi Pilgub Jatim 2018.

Menurut Agus, satu-satunya nama yang direkomendasikan untuk diusung dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018 adalah Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk. Agus pun mengaku tidak keberatan jiga Masfuk hanya menjadi calon wakil gubernur, karena menurutnya posisi wakil menjadi posisi yang paling realistis untuk calon yang diusulkannya.

"Jadi 48 kabupaten/kota di Jawa Timur mengamanahkan kepada Pak Masfuk satu nama. Opsi wakil itu menjadi opsi yang optimal untuk disandingkan dengan kandidat yang ada," kata Agus.(anya/rep)

BPK: Rp 10 Triliun  Aset DKI Tidak Ditemukan Keberadaannya

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DKI, Syamsudin mengatakan aset milik DKI senilai Rp 10 triliun yang masih harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI karena keberadaannya belum ditemukan meski tercatat dalam pendataan aset DKI.

“Kalau dua atau tiga tahun lalu, ada hasil sensus aset. Pemprov DKI harus menindaklanjuti aset sekitar Rp 10 triliun karena keberadaannya belum ditemukan,” kata Syamsudin seusai acara media workshop di Kantor BPK Perwakilan DKI, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (26/10).

Karena itu, Pemprov DKI harus menelusuri aset-aset yang berbentuk aset tetap seperti tanah dan bangunan. Nanti pada audit keuangan daerah tahun anggaran 2017, hasil tindak lanjut aset tersebut akan menjadi bahan koreksi BPK terhadap permasalahan aset di DKI.

“Nanti setelah ditelusuri hasilnya seperti apa kami akan lihat. Sampai saat ini, kami belum tahu secara persisnya hasilnya seperti apa. Karena belum ditemukan barangnya. Ini yang masih ditelusuri oleh tim Pemprov DKI,” ujarnya.

Kalau dalam penelusuran tersebut ada yang hilang, maka aset itu harus diproses sesuai ketentuan untuk dilaporkan hilang dan dihapuskan dari data aset milik DKI. Untuk penelusuran aset tersebut, BPK tidak memberikan tenggat waktu secara khusus pada Pemprov DKI.

Namun, ia mengharapkan Pemprov DKI dapat menyelesaikannya secepat mungkin, agar memudahkan pemeriksaan yang akan dilakukan tahun depan.

“Kalau kami lebih cepat lebih baik. Supaya segera ditindaklanjuti,” tukasnya.(anya/bs)
sumber:beritasatu.com

BPK Beri Bocoran Kasus-kasus Yang Harus Segera Dibereskan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah bertemu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait beberapa persoalan penting yang wajib segera dibereskan.

Beberapa persoalan pentiny antara lain kasus tanah di Cengkareng, uninterrupable power supply (UPS), dan RS Sumber Waras. Alasannya, tiga aset itu mesti segera dipastikan baik dari segi hukum serta akuntansinya.

"Kami sudah ketemu, sudah bicara mereka sudah tunjukkan dimana saja letak problem yang harus kita bereskan," kata Anies, Jumat (27/10/2017).

Anies mengaku telah memberikan mandat kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, agar menindaklanjuti arahan BPK tersebut.

"Yang penting pencatatan aset kita menjadi baik. Problem utamanya pencatatan aset. Kalau itu beres Insya Allah WTP kita beres," ucapnya.(anya/ini)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.