Pemprov Riau Minta Kepastian Lokasi Penambahan SPPG Baru
Jumat, 06-11-2026 - 18:55:53 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut diperlukan agar perluasan layanan pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pihaknya komitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan program nasional tersebut. Satu di antara perhatian utama adalah memastikan setiap penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum dilakukan peresmian.


Ia mebambahkan, dukungan pemerintah daerah dilakukan melalui koordinasi dan pemetaan tugas yang jelas antara Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dengan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah.


"Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku," ujar Sekda Syahrial Abdi di Kantor Gubernur


Dijelaskan, koordinasi tersebut penting untuk memastikan seluruh pihak memahami tanggung jawab masing-masing dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program. Terlebih, adanya penambahan unit pelayanan membutuhkan kesiapan dan keterlibatan pemerintah daerah agar pelaksanaannya dapat dikawal secara optimal.


"Kita melakukan pemetaan bidang tugas secara jelas melalui koordinasi yang intensif antara pihak KPPG dengan seluruh jajaran Satgas MBG di daerah. Kami tentu menyambut baik adanya penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru-baru ini dilakukan," jelasnya.


Sekda Syahrial Abdi menyebutkan, Pemprov Riau meminta agar informasi mengenai penambahan 87 SPPG dapat disampaikan secara terperinci. Khususnya terkait data dan kepastian lokasi pembangunan maupun operasional unit pelayanan tersebut.


Kepastian informasi itu dinilai penting agar pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan kebutuhan, mengawal kesiapan wilayah, serta memastikan dukungan dan alokasi yang diperlukan sebelum unit pelayanan diresmikan.


"Dengan begitu, kami meminta agar data dan kepastian lokasi penambahan 87 SPPG tersebut dapat dikonfirmasikan kepada kami sebelum peresmian resmi dilakukan. Dengan demikian, Pemerintah Daerah dapat ikut mengawal hingga memastikan kesiapan alokasinya," ungkap Sekda Syahrial Abdi.


Selain persoalan koordinasi dan penambahan unit pelayanan, aspek perizinan juga menjadi perhatian Pemprov Riau. Salah satunya terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi bagian penting dalam memastikan kelayakan dan keamanan operasional pelayanan makanan bergizi.


Ia meminta Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus terhadap proses penerbitan sertifikat tersebut, termasuk mengidentifikasi dan mengawal berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala di lapangan. Dengan demikian, pemenuhan persyaratan kesehatan dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan.


"Terkait dengan perizinan seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kami tentu meminta perhatian khusus dari Kepala Dinas Kesehatan untuk mengawal poin-poin penting yang selama ini menjadi hambatan di lapangan," harapnya.


Sementara itu, Kepala KPPG Riau, Ranto, menegaskan bahwa SLHS merupakan persyaratan wajib yang harus dimiliki setiap unit pelayanan pemenuhan gizi. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, sangat dibutuhkan dalam proses penilaian kelayakan sanitasi.


"SLHS merupakan persyaratan mutlak dan wajib bagi setiap unit pelayanan. Oleh karena itu, peran Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Kesehatan sangat penting dalam proses penilaian," pungkas Ranto. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Pemprov Riau Minta Kepastian Lokasi Penambahan SPPG Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pemprov Riau Minta Kepastian Lokasi Penambahan SPPG Baru
    02 SF Hariyanto dan Kapolda Riau Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba Jadi Prioritas
    03 M Fredly Nasution Resmi Dikukuhkan sebagai Kepala OJK Riau, Gantikan Triyoga Laksito
    04 Plt Gubernur Riau Laporkan Penyebar Hoaks di TikTok ke Polda Riau
    05 Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026, PDRB Capai Rp351,08 Triliun
    06 Perkuat Tata Kelola Rumah Sakit, Pemprov Riau Dorong Transformasi Layanan Berbasis Smart Hospital
    07 Pegadaian Perkuat Jaringan Bank Sampah Tiga Provinsi melalui FORSEPSI
    08 Tokoh LAM Riau Kecam Video Hoaks Terkait Mantan Kapolri, Minta Plt Gubernur Riau Laporkan Pelaku
    09 Asa Terpatri, Karya Berarti: Ketika Pemuda Rokan Hilir Mengubah Ragu Menjadi Mahir
    10 FIKH UHTP dan Kejati Riau Ajak Mahasiswa Lawan Digital Catcalling
    11 Plt Gubernur Riau Minta HKN 2026 Hadirkan Manfaat Nyata, Bakti Sosial Jadi Perhatian Utama
    12 Tingkatkan Temuan Discovery dan Produksi Migas, Pertamina Hulu Energi Andalkan Inovasi SeepsPro
    13 Pendaftaran Calon Ketua KONI Riau Dibuka Hari Ini
    14 Kanwil DJP Riau Kembali Gelar LCTP 2026 13 Sekolah Terbaik Siap Bertanding di Grand Final
    15 Perkuat Ekonomi, Pemprov Riau Dorong Hilirisasi Kelapa
    16 Matangkan Musorprovlub KONI Riau Gelar Rakorsul, Penjaringan Calon Ketua Dimulai dari Awal
    17 BRI Region 2 Pekanbaru Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Dengan Media
    18 Menyemai Cahaya Belajar di Pelosok Riau: Ketika Anak Muda Memilih Menyalakan Harapan
    19 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam
    20 PGN Area Pekanbaru Dekat dengan Pelanggan, Bangun Budaya Keselamatan Gas Bumi di Perawang
    21 Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen, Kampar Tertinggi dan Pekanbaru Terendah
    22 Terus Meningkat, Priode Oktober Bapenda Riau Kumpulkan Pajak Daerah Sebesar Rp155 Miliar Lebih
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau