Perkuat Tata Kelola Rumah Sakit, Pemprov Riau Dorong Transformasi Layanan Berbasis Smart Hospital
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong rumah sakit daerah untuk terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penguatan tata kelola, profesionalisme manajemen, serta penerapan konsep Smart Hospital menjadi langkah strategis dalam mewujudkan rumah sakit yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menerima audiensi perwakilan Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Wilayah Riau di Ruang Rapat Gubernur Provinsi Riau, Kamis (5/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto menegaskan bahwa pengembangan rumah sakit tidak cukup hanya bertumpu pada ketersediaan gedung dan peralatan medis. Lebih dari itu, diperlukan tata kelola manajemen yang profesional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan yang efektif, efisien, dan berkualitas.
"Rumah sakit harus terus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam pengelolaan dan pelayanan. Kita ingin rumah sakit di Riau semakin modern, memiliki manajemen yang baik, dan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas," ujarnya.
Lebih lanjut menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi. Inovasi juga menjadi kebutuhan penting agar rumah sakit daerah mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.
"Teknologi dan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dalam meningkatkan kualitas rumah sakit. Jangan berhenti berinovasi, karena kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan terus berkembang," tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau sekaligus Ketua ARSADA Wilayah Riau, Yusi Prastiningsih, menyampaikan bahwa penerapan konsep Smart Hospital menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi rumah sakit saat ini.
Menurutnya, penerapan tata kelola rumah sakit yang baik atau Good Hospital Governance merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan rumah sakit daerah.
"Rumah sakit sekarang harus mampu menerapkan tata kelola yang baik agar kualitas pelayanannya meningkat dan dapat tumbuh serta berkembang. Kami ingin rumah sakit daerah juga semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pengelolaannya," ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah, ARSADA Wilayah Riau menjadwalkan pelantikan kepengurusan pada 26 November 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dirangkaikan dengan seminar nasional bertema Smart Hospital yang akan membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan rumah sakit modern.
"Tanggal 26 November 2026 nanti kami akan melaksanakan pelantikan ARSADA Wilayah Riau. Kami juga merencanakan seminar nasional tentang Smart Hospital karena tema ini menjadi isu kekinian dalam pengembangan rumah sakit," jelas Yusi.
Ia menambahkan, ARSADA memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi bagi rumah sakit daerah di Provinsi Riau. Melalui organisasi tersebut, diharapkan terbangun sinergi antarrumah sakit dalam berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik pengelolaan dan pelayanan kesehatan.
Rumah sakit yang telah memiliki tata kelola dan sistem pelayanan lebih maju diharapkan dapat menjadi rujukan bagi rumah sakit lainnya, sehingga peningkatan kualitas dapat berlangsung secara merata di seluruh wilayah Riau.
"Kami mewadahi seluruh rumah sakit daerah yang ada di Provinsi Riau, sehingga tentu ingin bersama-sama meningkatkan kualitasnya. Rumah sakit yang sudah berkembang bisa menjadi contoh agar seluruh rumah sakit daerah semakin maju," tambahnya.
Yusi juga menyampaikan apresiasi atas respons positif Plt Gubernur Riau terhadap rencana penguatan organisasi dan pengembangan ARSADA Wilayah Riau. Dukungan pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh rumah sakit daerah untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
"Alhamdulillah, respons Bapak Plt Gubernur sangat baik dan beliau berharap ARSADA dapat menjadi role model. Kami berharap kepengurusan ini bisa mendorong perbaikan rumah sakit di seluruh Provinsi Riau," tutupnya.
Melalui penguatan tata kelola, kolaborasi antar rumah sakit, dan pemanfaatan teknologi, transformasi menuju Smart Hospital diharapkan tidak hanya menghadirkan modernisasi sistem pengelolaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, profesional, dan berkualitas. (rls/pri)
Komentar Anda :