Radio Masih Ada: Bertahan, Beradaptasi, dan Tetap Dibutuhkan di Era Digital
Minggu, 13-09-2026 - 16:38:34 WIB

TERKAIT:
   
 

Oleh: Prima Ermad -- Praktisi Penyiaran


BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Membaca Opini berjudul  "Radio Perlahan Jadi Kenangan" yang ditulis seorang teman yang terbit di salahsatu media online memang membuat darah menjadi mendidih, apalagi awak termasuk orang yang bergolongan darah "R" Yang tak ada stoknya di bank darah PMI.


Bagaimana tidak, awak dimintanya "realistis, sajalah, Jangan kebanyakan halu, Nanti bisa gila beneran", terpacu hal itu terpaksa juga awak tulis tulisan ini, walaupun sebenarnya spesialiasi awak adalah mengolah skrip menjadi suara, dan dipancar luaskan untuk didengar khalayak ramai melalui frekwensi yang dipinjamkan ke bos awak selaku pengelolah Radio.


Memang di tengah derasnya arus digitalisasi, ketika orang bisa mendapatkan berita melalui media sosial, menonton video melalui berbagai platform, dan mendengarkan musik melalui layanan streaming, satu pertanyaan yang kerap muncul adalah, "apakah radio masih ada"? (Mungkin ini juga yang terpikir oleh teman awak tu)


Namun Jawabannya sederhana: radio masih ada. Bahkan, radio tidak sekadar bertahan. Radio terus mencari cara untuk beradaptasi dengan zaman.


Radio memang tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi dan hiburan seperti beberapa dekade lalu. Namun, justru di tengah banjir informasi, radio memiliki ruang yang tetap penting: menjadi media yang dekat, akrab, dan manusiawi.


Radio hadir menemani orang dalam perjalanan menuju tempat kerja, saat membuka usaha, berada di rumah, atau ketika menikmati pagi dan malam. Suara penyiar yang menyapa pendengar menciptakan hubungan yang berbeda dengan media digital. Ada unsur kedekatan yang tidak selalu bisa digantikan oleh layar.


Hampir setiap hari Pak Hendrik tak bosan bosannya menyampaikan keluhannya, mulai dari jalan yang berlobang menuju kediamannya sampai sampah yang menumpuk karena berhari hari tidak juga diangkat petugas LPS, selalu disampaiknnya kepada penyiar Radio Bharabas, hingga penyiar yang bertugas hapal betul dengan suara bapak ini walaupun belum pernah bersua. Atau teman teman penyiar di radio Aditya FM terdengar begitu akrab dengan seorang pendengar yang menyampaikan keluhannya untuk menghadapi teman yang toxid yang sudah menggangu hidupnya, ini adalah bukti bukti bahwa Radio benar benar menjadi teman bagi masyarakat kota Pekanbaru saat ini. Apalagi bila hujan turun dengan deras disore saat jam pulang kantor, maka itu akan menjadi tambahan bagi gatekeeper RRI Pekanbaru untuk menjawab jalan mana yang bebas banjir dan dapat dilalui dengan lancar tanpa macet. Dan masih banyak lagi kerja nyata yang dilakukan teman teman Radio lainnya di Pekanbaru. Meskipun tak bisa dipungkiri memang ada penurunan jumlah pendengar saat ini.


Memang di era media sosial, informasi datang begitu cepat. Namun kecepatan tidak selalu berarti kebenaran. Berita dapat beredar dalam hitungan detik, tetapi verifikasi membutuhkan waktu dan tanggung jawab.

Di sinilah radio memiliki tantangan sekaligus peluang.


Radio harus mampu menjadi ruang informasi yang terpercaya. Bukan sekadar mengejar siapa yang paling cepat menyampaikan berita, tetapi siapa yang paling mampu memberikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.


Radio juga harus berani keluar dari paradigma lama. Radio hari ini bukan hanya suara yang dipancarkan melalui frekuensi FM. Radio dapat hadir melalui streaming, podcast, media sosial, video pendek, hingga berbagai platform digital.

Dengan kata lain, yang berubah adalah cara radio menjangkau pendengar. Bukan eksistensinya.


Radio juga mempunyai keunggulan yang sangat penting: lokalitas.


Ketika platform digital menghadirkan informasi dari seluruh dunia, radio lokal justru dapat berbicara tentang persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Tentang jalan yang rusak, banjir, harga kebutuhan pokok, UMKM, budaya, pendidikan, lingkungan, hingga cerita-cerita masyarakat yang mungkin tidak mendapatkan tempat di media nasional.


Radio lokal memiliki kemampuan untuk mengatakan kepada pendengarnya: “Kami berada di sini, bersama Anda.”

Karena itu, tantangan radio ke depan bukan sekadar mempertahankan frekuensi atau jumlah pendengar. Tantangannya adalah mempertahankan relevansi.


Radio harus memahami generasi baru. Pendengar muda mungkin tidak selalu duduk di depan radio pada waktu tertentu. Mereka bisa mendengarkan melalui telepon genggam, streaming, podcast atau potongan konten di media sosial.

Maka radio harus hadir di tempat pendengarnya berada.


Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang dalam proses transformasi tersebut: karakter radio itu sendiri.


Suara manusia, interaksi dengan pendengar, kemampuan membangun suasana, kedekatan dengan komunitas, dan kepedulian terhadap persoalan lokal adalah kekuatan yang harus dipertahankan.


Digitalisasi seharusnya tidak membuat radio kehilangan jati diri. Sebaliknya, teknologi harus menjadi kendaraan agar suara radio menjangkau lebih banyak orang.


Hari ini mungkin orang berkata, “Radio sudah kalah dengan internet.”

Tetapi mungkin pertanyaannya perlu dibalik:

Mengapa radio harus kalah, kalau radio juga bisa berada di internet?


Radio tidak harus melawan media sosial. Radio tidak harus memusuhi podcast. Radio tidak harus bersaing dengan platform streaming dengan cara yang sama.


Radio harus berkolaborasi dengan semuanya.

Sebab pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan apakah sebuah media tetap hidup adalah kemampuannya memberikan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.


Selama manusia masih membutuhkan informasi yang terpercaya, hiburan, teman dalam perjalanan, ruang dialog, dan suara yang terasa dekat, radio masih memiliki alasan untuk tetap ada.


Radio masih ada.


Dan selama radio mampu beradaptasi tanpa kehilangan jiwa jurnalistik dan kedekatannya dengan masyarakat, radio bukan hanya sekadar bertahan namun Radio mampu berubah, karena yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah informasi dan tidak hanya sekedar nama disebut oleh penyiar saat akan memutar lagu kesayangannya, seperti Radio zaman kawan awak tu.


Selamat Hari Radio.... Radio Masih Ada: Bertahan, Beradaptasi, dan Tetap Dibutuhkan di Era Digital




 
Berita Lainnya :
  • Radio Masih Ada: Bertahan, Beradaptasi, dan Tetap Dibutuhkan di Era Digital
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen, Kampar Tertinggi dan Pekanbaru Terendah
    02 Terus Meningkat, Priode Oktober Bapenda Riau Kumpulkan Pajak Daerah Sebesar Rp155 Miliar Lebih
    03 PHE Catat Kinerja Operasional Positif di Triwulan III 2026, Produksi Migas Mencapai 945 Ribu Barel Setara Minyak Per Hari
    04 Syahrial Abdi Paparkan Keberhasilan Penanganan Karhutla Riau di Universitas Riau
    05 Bapak Pembangunan Siak Berpulang, Plt Gubri Sampaikan Belasungkawa
    06 BRK Syariah Tanamkan Nilai Amanah untuk Perkuat Etos Kerja Pegawai
    07 Komisi Informasi Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Jahat dan Alat Peras Pengadu
    08 Bukan Sekadar Mengobati, SF Hariyanto Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien dengan Hati
    09 Resmikan Stroke Center, SF Hariyanto Dorong RSUD Arifin Achmad Perkuat Layanan Kesehatan
    10 PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026
    11 Catat! Bapenda Riau Perpanjang Diskon Pajak Angkutan Barang Hingga 31 Desember
    12 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Prestasi, inovasi dan Kepedulian
    13 Dua Bulan Menuju Tutup Tahun, BRK Syariah Optimalkan Potensi Bisnis
    14 Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI
    15 Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja
    16 Pemprov Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi
    17 Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
    18 Penataan U-Turn SKA Ditargetkan Selesai Desember, Masyarakat Diminta Bersabar Manfaatnya Dirasakan Awal 2027
    19 Plt Gubri Sebut Iskandar Hoesin Sosok Berdedikasi Tinggi Majukan Dunia Olahraga Riau
    20 Sumpah Pemuda 2026: Generasi Muda Harus Patriotik, Gigih dan Berempati
    21 Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
    22 Antisipasi Ancaman Siber, BRK Syariah Gelar Workshop Penanganan Siber
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau