Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Risiko Global
Rabu, 09-09-2026 - 09:25:45 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga di tengah meningkatnya risiko global dan perlambatan ekonomi sejumlah negara.


Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan risiko geopolitik masih menjadi salah satu tantangan utama perekonomian global.


Konflik di Timur Tengah, termasuk perang di Iran dan belum dibukanya kembali Selat Hormuz, turut meningkatkan tekanan terhadap jalur distribusi energi dunia.


“Gangguan jalur distribusi energi tersebut menyebabkan volatilitas harga minyak dan komoditas. Sehingga tekanan inflasi global tetap tinggi,” kata Friderica dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Senin (7/9/2026).


Tekanan inflasi global juga diperburuk oleh fenomena El Nino yang berlangsung berkepanjangan. Menurut Friderica, kondisi tersebut memicu kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai kawasan.


Di tengah berbagai tekanan tersebut, ekonomi global menunjukkan kecenderungan melambat. Mayoritas negara mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada triwulan II 2026.


Amerika Serikat, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi di bawah ekspektasi. Kondisi tersebut dibarengi dengan moderasi pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih tinggi meski mulai menunjukkan tren penurunan.


Perlambatan juga terjadi di Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada triwulan II 2026 melambat menjadi 4,3 persen secara tahunan. Pelemahan terjadi baik pada sektor produksi maupun permintaan domestik.


“Dengan data terkini mengindikasikan pelemahan yang masih berlanjut. Baik pada sektor produksi maupun permintaan domestik,” katanya.


Risiko global turut tercermin di pasar keuangan melalui kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah negara-negara maju. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi kebutuhan pendanaan belanja modal perusahaan hyperscalers di tengah kebijakan moneter yang masih restriktif.


Meski menghadapi tekanan eksternal, ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan.


“Didukung investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan,” ujar Friderica.


Namun, sejumlah indikator domestik masih perlu menjadi perhatian. Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan.


Selain itu, aktivitas manufaktur nasional masih berada di zona kontraksi. Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang berada pada level 49,8.


Kendati terdapat sejumlah tekanan, OJK menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan global. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Risiko Global
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen, Kampar Tertinggi dan Pekanbaru Terendah
    02 Terus Meningkat, Priode Oktober Bapenda Riau Kumpulkan Pajak Daerah Sebesar Rp155 Miliar Lebih
    03 PHE Catat Kinerja Operasional Positif di Triwulan III 2026, Produksi Migas Mencapai 945 Ribu Barel Setara Minyak Per Hari
    04 Syahrial Abdi Paparkan Keberhasilan Penanganan Karhutla Riau di Universitas Riau
    05 Bapak Pembangunan Siak Berpulang, Plt Gubri Sampaikan Belasungkawa
    06 BRK Syariah Tanamkan Nilai Amanah untuk Perkuat Etos Kerja Pegawai
    07 Komisi Informasi Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Jahat dan Alat Peras Pengadu
    08 Bukan Sekadar Mengobati, SF Hariyanto Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien dengan Hati
    09 Resmikan Stroke Center, SF Hariyanto Dorong RSUD Arifin Achmad Perkuat Layanan Kesehatan
    10 PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026
    11 Catat! Bapenda Riau Perpanjang Diskon Pajak Angkutan Barang Hingga 31 Desember
    12 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Prestasi, inovasi dan Kepedulian
    13 Dua Bulan Menuju Tutup Tahun, BRK Syariah Optimalkan Potensi Bisnis
    14 Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI
    15 Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja
    16 Pemprov Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi
    17 Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
    18 Penataan U-Turn SKA Ditargetkan Selesai Desember, Masyarakat Diminta Bersabar Manfaatnya Dirasakan Awal 2027
    19 Plt Gubri Sebut Iskandar Hoesin Sosok Berdedikasi Tinggi Majukan Dunia Olahraga Riau
    20 Sumpah Pemuda 2026: Generasi Muda Harus Patriotik, Gigih dan Berempati
    21 Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
    22 Antisipasi Ancaman Siber, BRK Syariah Gelar Workshop Penanganan Siber
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau