Perkuat Stabilitas Daerah, Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Solid Bersama TNI dan Polri
Rabu, 29-07-2026 - 13:41:06 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menjaga menjaga keamanan dan ketahanan nasional. Hal tersebut disampaikannya pada acara Sarasehan Kejuangan Pasis Seskoau Angkatan Udara Angkatan 65 Tahun Pendidikan 2026, di Kota Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).


Disebutkannya, Provinsi Riau memiliki sejumlah potensi yang penting bagi kepentingan nasional, mulai dari sektor energi hingga perkebunan. "Tanggung jawab tersebut tidak dapat dijalankan oleh satu institusi. Karena itu, Pemprov Riau terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Kejaksaan, instansi vertikal, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta masyarakat," kata SF Hariyanto.


Dikatakannya, pada sektor minyak dan gas bumi, Riau memiliki Wilayah Kerja Rokan, salah satu wilayah produksi minyak terbesar di Indonesia. Di mana, produksi minyak Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan berada pada kisaran 131 ribu hingga 152 ribu barel per hari, atau sekitar 23 sampai 30 persen produksi minyak nasional.


"Keberlanjutan operasinya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan energi nasional dan pencapaian target produksi minyak satu juta barel per hari pada tahun 2030. Untuk mendukungnya, Pemprov Riau membentuk Satuan Tugas Kelancaran Operasional PT Pertamina Hulu Rokan bersama TNI, Polri, Kejaksaan, SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan, dan instansi terkait," katanya.


Satgas ini, kata SF Hariyanto, membantu menyelesaikan hambatan nonteknis, antara lain pertanahan, kawasan hutan, perizinan, aspek hukum, serta koordinasi lintas instansi agar kegiatan produksi tetap berjalan.


"Selain migas, Riau memiliki kekuatan besar pada sektor perkebunan kelapa sawit. Luas tutupan perkebunan kelapa sawit di Riau mencapai sekitar 3,87 juta hektare atau 21,23 persen dari luas perkebunan sawit nasional. Produksi minyak sawit mentah Riau mencapai sekitar 9,4 juta ton atau 20,11 persen dari produksi nasional," ungkapnya.


Kontribusi tersebut menempatkan Riau sebagai daerah penting dalam penyediaan bahan baku biodiesel dan mendukung kebijakan mandatori B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta memperkuat kemandirian energi nasional.


Namun demikian, dikatakan Plt Gubri, keberlanjutan energi berbasis kelapa sawit juga memerlukan kesejahteraan pekebun, kepastian hukum lahan, produktivitas, dan tata kelola yang baik.


"Untuk melindungi pekebun, Pemprov Riau menerbitkan Peraturan Gubernur mengenai tata cara penetapan harga pembelian Tandan Buah Segar kelapa sawit," ungkapnya.


Saat ini, Riau menjadi provinsi pertama yang secara resmi mengakomodasi penetapan harga TBS bagi pekebun mitra swadaya. Kebijakan ini turut menjaga harga TBS Riau tetap berada di antara yang tertinggi di Indonesia.


"Pada saat yang sama, bahan baku energi nabati harus berasal dari perkebunan yang legal, produktif, dan berkelanjutan. Karena itu, Pemprov Riau mendukung Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, dengan melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah," katanya.


Selain itu, Provinsi Riau sendiri, memiliki kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali mencapai sekitar 331.838 hektare, salah satu capaian terbesar di Indonesia.


"Kami juga menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat dalam percepatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo melalui tim terpadu. Penataan kawasan ini membutuhkan ketegasan hukum, perlindungan lingkungan, serta penyelesaian yang tetap memperhatikan masyarakat," ungkapnya.


Lebih lanjut, perlindungan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan energi. Melalui Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan, dikatakan SF Hariyanto, Pemprov Riau bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta masyarakat melaksanakan pencegahan, patroli, pemantauan, dan pemadaman Karhutla.


"Seluruh satuan tugas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas Riau. Pengelolaan sumber daya energi membutuhkan wilayah yang aman, lingkungan yang terjaga, kepastian hukum, pemerintahan yang berjalan baik, dan koordinasi antarlembaga yang kuat," katanya.


SF Hariyanto meyakini, nilai kejuangan diwujudkan melalui kerja nyata, baik menjaga produksi minyak, memastikan kelancaran operasi, memperjuangkan harga yang adil bagi pekebun, menata kawasan, melindungi lingkungan, dan menjaga keselamatan masyarakat.


"Nilai kejuangan juga tercermin dalam kesediaan untuk duduk bersama, mengambil keputusan bersama, dan bergerak bersama. Sebab, ketahanan energi dan ketahanan nasional tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja," pungkasnya. (rls/pri)




 
Berita Lainnya :
  • Perkuat Stabilitas Daerah, Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Solid Bersama TNI dan Polri
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perkuat Stabilitas Daerah, Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Solid Bersama TNI dan Polri
    02 BRK Syariah, Pemkab Inhil, dan Kemenhaj Inhil, Sinergi Dorong Literasi Perencana Keuangan Haji
    03 Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Selesaikan Survei Seismik 3D di Selat Makassar Lebih Cepat
    04 Dari CSR Menjadi Penggerak Ekonomi, Bantuan BRK Syariah Perkuat UMKM Rokan Hilir
    05 BI: Ekonomi Riau Tumbuh 4,89 Persen di Triwulan I 2026
    06 Pertamina Hulu Energi Jaga Produksi dan Perkuat Cadangan Migas pada Semester I 2026
    07 BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib Jumat dan Pelatihan Bina Mualaf untuk Masyarakat
    08 EBR United Juara Piala Soeratin U-13 Zona Riau, Bidik Semifinal Nasional
    09 Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, Operasional Tetap Berjalan Seperti Biasa
    10 BRK Syariah Wilayah Pekanbaru Semarakkan CFD Lewat Senam Sehat dan Edukasi Produk Perbankan
    11 Perkuat Sinergi, Pertamina Hulu Rokan Pacu Budaya Keselamatan dan Profesionalisme Kontraktor di Forum Komunikasi 2026
    12 Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat
    13 Pertamina Hulu Energi Pacu Pertumbuhan Portofolio Eksplorasi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru
    14 10 Ekor Ayam Petelur di Rumah: Solusi Hemat Dapur dan Tabungan Tambahan ASN
    15 BRK Syariah Gelar Tarbiyah Ruhiyah untuk Perkuat Spirit Kerja Pegawai
    16 RSUP Pekanbaru Fokus Layani Penyakit Katastropik, Kemenkes Siapkan Layanan Kanker hingga Jantung
    17 Taklukkan Pengeboran Penuh Tantangan, Sumur PHR Menggala South-21 Alirkan 2.035 BOPD
    18 Seleksi KPID dan KI Riau Masuk Tahap Akhir, 36 Kandidat Siap Jalani Fit and Proper Test
    19 BRK Syariah Bengkalis Dorong Literasi Keuangan Syariah di Lingkungan KSOP
    20 Lensa Energi: Saat Anak-Anak Indonesia Menatap Masa Depan Dengan Lebih Jelas
    21 CSR BRK Syariah Hadir hingga Tingkat RT, Warga Pangkalan Kerinci Rasakan Manfaat Bantuan Tenda untuk Kegiatan Sosial
    22 Siapkan Anggaran Rp100 Miliar, Pemprov Riau Kejar Penuntasan Pembebasan Lahan Flyover Simpang Panam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau