Plt Gubri Sebut Obligasi Daerah Dapat Menjadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah
Senin, 20-07-2026 - 17:45:08 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menilai obligasi daerah berpotensi menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan yang dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah.


Instrumen tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.


Hal itu disampaikan SF Hariyanto saat membuka Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertema Memperkuat Komitmen Nasional terhadap Kemandirian Fiskal Daerah, Memperluas Wawasan terkait Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah serta Mempercepat Pencapaian Tujuan Konstitusional untuk Memajukan Kesejahteraan Umum di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (20/7/2026).


Dalam sambutannya, SF Hariyanto mengatakan sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum sepenuhnya mampu menopang kebutuhan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur.


"Struktur APBD di sebagian besar wilayah Indonesia masih menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat. Sementara Pendapatan Asli Daerah sering kali belum mencukupi untuk mendanai lompatan pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur yang membutuhkan biaya besar," ujar SF Hariyanto.


Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga dirasakan Pemerintah Provinsi Riau. Pada 2025, transfer dana dari pemerintah pusat masih berada di kisaran Rp4 triliun. Namun pada 2026, jumlah tersebut diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp2,8 triliun.


Selain itu, Riau juga masih menghadapi persoalan kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang telah berlangsung sejak 2018 dengan total mencapai sekitar Rp4,2 triliun, termasuk hak Pemerintah Provinsi Riau sebesar sekitar Rp713 miliar.


Menurutnya, kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah, termasuk dalam memenuhi belanja pegawai.


"Untuk memenuhi belanja pegawai saja, Pemerintah Provinsi Riau masih harus mencari tambahan sekitar Rp30 miliar setiap bulan. Kondisi yang sama juga dirasakan pemerintah kabupaten dan kota di Riau," katanya.


SF Hariyanto menyebut keterbatasan fiskal tersebut telah berdampak pada kemampuan sejumlah pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) maupun hak-hak aparatur lainnya.


Karena itu, menurutnya diperlukan terobosan pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan keberlanjutan.


"Karena itu saya memandang obligasi daerah menjadi relevan untuk kita bahas sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan yang sah, aman, dan terukur," tegasnya.


Ia mengungkapkan, Provinsi Riau memiliki modal yang cukup baik apabila suatu saat akan memanfaatkan instrumen pasar modal melalui obligasi daerah. Saat ini, Pemprov Riau memiliki enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan 33 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang terdiri dari rumah sakit dan laboratorium.


Kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah pada 2025 mencapai sekitar Rp500,52 miliar, sementara nilai aset Barang Milik Daerah hingga akhir 2024 telah mencapai sekitar Rp50,17 triliun.


"Kekuatan aset dan kapasitas institusional inilah yang menjadi modal dasar penting apabila ke depan kita ingin menjajaki mekanisme pasar modal melalui obligasi daerah," ujarnya. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Plt Gubri Sebut Obligasi Daerah Dapat Menjadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 MPR Dorong Obligasi Daerah Jadi Solusi Pembiayaan di Tengah Keterbatasan Fiskal
    02 Plt Gubri Sebut Obligasi Daerah Dapat Menjadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah
    03 Pengunjung Puas dengan Pelayanan Ramah hingga Fasilitas Nyaman, Perpustakaan Soeman HS Raih Nilai Kepuasan 88,500
    04 PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
    05 Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah
    06 Sampaikan Permohonan Maaf, Indra Gunawan Eet Menyesali Kerusuhan yang Terjadi di DPRD Riau
    07 Dukung Operasi Migas Berkelanjutan, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Dalami Regulasi Lingkungan
    08 Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi
    09 Dorong UMKM Naik Kelas, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Dukungan Penuh dari BRI Pusat
    10 Sampaikan Belasungkawa, Plt Gubri Utus Kadiskes ke Rumah Duka dr Alex
    11 IRT Prapidkan Polda Riau, Penetapan Tersangkanya Dinilai Cacat Hukum
    12 Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
    13 Pekerjaan Fisik Digesa, Saluran Air 1,2 Km di Jalan Dharma Bakti Mulai Dibangun
    14 Ditargetkan Sebelum Hut Provinsi, KONI Riau Sudah Harus Pindah ke Stadion Utama
    15 BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK
    16 Konsisten Promosikan DEI dan ESG di Media Sosial, Pertamina Hulu Indonesia Raih Penghargaan IDEAS 2026
    17 Kadispora Buka Rakerprov KONI Riau, Pesankan Jaga Soliditas dan Kekompakan
    18 Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru
    19 Plt Gubri Dijadwalkan Buka Rakerprov KONI Riau, Salah Satu Agenda Penetapan TPP Baru Calon Ketua
    20 BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI
    21 Plt Gubri Serahkan Data 98 Ribu Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Ke Walikota Dumai
    22 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tegaskan Sumber Bau Tidak Berasal dari Operasional Kilang
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau