Sharing Season Audisi PB Djarum 2026, Ungkap Peran Penting Orang Tua Terhadap Mental Calon Atlet Bulu Tangkis
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU — Di tengah riuhnya GOR Angkasa Pekanbaru, Audisi Umum PB Djarum 2026 membuka sesi berbagi ilmu dengan menyoroti peran penting orang tua dalam membentuk mental dan teknik dasar calon atlet. Para pelatih menekankan pentingnya kemandirian dan disiplin selama masa karantina sebagai pijakan awal menuju level tinggi.
Topik ini diulas dalam sharing session antara coach PB Djarum bersama dengan para orang tua dan pelatih dari berbagai daerah di GOR Angkasa, Pekanbaru, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut koordinator sektor tunggal putri Hendrawan, calon atlet putri memang punya tantangan tersendiri, terutama dari sisi fisik dan mental, sehingga memerlukan pendekatan non-teknis yang kuat dari orang tua. Dukungan mental di rumah dinilai lebih penting dibanding sekadar latihan teknis di lapangan.
“Melatih putri itu tidak gampang karena terlalu bermain di perasaan. Kami berharap orang tua tetap mendukung anaknya apa pun hasilnya, karena audisi akan terus ada,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa masa karantina kerap memicu tekanan psikologis bagi calon atlet muda. Di beberapa kasus, di tahap karantina, ada banyak anak yang ingin pulang lebih awal sehingga mengganggu program latihan yang telah disusun.
Selain itu, pengaruh media sosial turut menjadi tantangan besar dalam membangun karakter dan teknik yang benar. Para pelatih menekankan perlunya fondasi yang kokoh sejak awal dari para orang tua, agar progres berjalan lebih cepat.
“Menurut saya, membangun pengertian kepada anak memang tidak mudah. Faktor keterbukaan antara orang tua dan pelatih sangat menentukan keberhasilan program,” kata Coach Ari Yuli Wahyu Hartanto.
Ari berharap orang tua dapat mendorong disiplin dan kemandirian anak agar bisa menjalani karantina secara penuh.
“Kebanyakan masalah atlet putri adalah minder terhadap sesama. Kalau jati dirinya sudah kuat, maka akan berpengaruh positif pada latihan,” tutur Maria Kristin, Coach tunggal putri U-17 dan U-19.
Dari sisi teknis, Maria menekankan pentingnya pegangan raket yang benar sejak awal. Kesalahan dasar akan menjadi kendala besar saat bertanding di level tinggi.
Dia mengakui bahwa mengubah kebiasaan teknis yang salah memerlukan kesabaran ekstra dari pelatih. Beberapa kasus justru menunjukkan orang tua yang kurang sabar dalam proses pembinaan.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru menjadi momentum bagi pelatih untuk mengedukasi orang tua. Sinergi antara pelatih, atlet, dan keluarga diyakini mampu melahirkan pebulutangkis tangguh. PanduanKota & Daerah
PB Djarum berkomitmen melanjutkan pencarian bakat dengan penekanan pada pembinaan mental dan teknik. Program karantina dirancang agar atlet terbiasa mandiri dan tahan banting.
Dengan tingginya antusiasme peserta, audisi ini diharapkan mencetak generasi baru yang siap bersaing di kancah nasional dan internasional. “Dukungan orang tua menjadi kunci utama dalam setiap tahapan pembinaan,” ujarnya. (rls/pri)
.
Komentar Anda :