Riau dan Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Dagang dan Investasi, Bangun Rantai Pasok Nasional
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi melalui Misi Dagang dan Investasi Tahun 2026 yang digelar di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar, membuka peluang investasi, serta memperkuat rantai pasok nasional melalui kolaborasi antar daerah.
Misi dagang ini mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor dari kedua provinsi guna menjajaki berbagai peluang kerja sama di sektor perdagangan, industri, pangan, perkebunan, hingga investasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum mempertemukan dua daerah dengan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi.
"Pertemuan ini mempertemukan dua kekuatan ekonomi daerah dalam satu ikhtiar untuk memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, membuka peluang investasi, dan menghadirkan kerja sama ekonomi yang lebih nyata antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Riau," ujar Syahrial.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki keunggulan pada sektor industri, perdagangan, pangan, hortikultura, peternakan, dan manufaktur. Sementara itu, Riau memiliki potensi besar di sektor energi, perkebunan, industri pengolahan, kelapa sawit, kelapa, sagu, serta industri pulp dan kertas yang telah menembus pasar internasional.
Syahrial menambahkan, secara ekonomi kedua provinsi memiliki posisi strategis. Pada triwulan I 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tercatat sekitar Rp888,44 triliun, sedangkan PDRB Riau mencapai sekitar Rp317,14 triliun atau terbesar kedua di luar Pulau Jawa. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan dan rantai pasok nasional.
Ia menjelaskan, Riau memiliki areal perkebunan kelapa sawit sekitar 3,87 juta hektare dengan produksi crude palm oil (CPO) sekitar 9,4 juta ton per tahun. Di sisi lain, Riau juga membutuhkan pasokan pangan, hortikultura, pupuk, serta berbagai produk industri dari Jawa Timur untuk menjaga stabilitas pasokan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berharap forum ini menghasilkan kerja sama yang konkret, baik berupa transaksi dagang, perluasan distribusi, maupun investasi yang dapat segera ditindaklanjuti. Riau siap menjadi mitra strategis Jawa Timur dalam membangun ekonomi yang saling menguntungkan dan berdampak bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan misi dagang merupakan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah sekaligus memperluas pasar bagi produk unggulan.
Menurutnya, karakteristik ekonomi Jawa Timur dan Riau saling melengkapi sehingga membuka peluang besar untuk memperkuat kerja sama perdagangan maupun investasi.
"Kami meyakini Jawa Timur dan Riau memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi. Kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kedua daerah," ujar Khofifah.
Ia berharap seluruh kesepakatan yang terjalin dalam misi dagang tersebut segera ditindaklanjuti menjadi program nyata sehingga mampu meningkatkan nilai perdagangan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kedua provinsi. (rls/pri)
Komentar Anda :