BHARABAS MEDIA, PEKANBARU — Untuk menjaring bibit unggul pemain bulu tangkis daerah, PB Djarum menggelar Audisi umun yang dilaksanakan di GOR Angkasa Jalan Angkasa, Pekanbaru, pada Rabu, 8 hingga Minggu, 12 Juli 2026. Ajang pencarian bibit ini sengaja digelar untuk menangkap potensi atlet dari kawasan barat Indonesia.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 Sigit Budiarto mengatakan, regenerasi bulutangkis nasional membutuhkan talenta dari seluruh penjuru negeri. Animo yang tinggi dari daerah mendorong pergeseran lokasi pencarian bakat dari sebelumnya hanya digelar di Kudus Jawa Tengah, pusat PB Jarum.
“Kami berusaha untuk mendekatkan diri ke daerah supaya bisa melihat potensi daerah untuk menemukan bibit yang bagus,” ujar Sigit kepada wartawan, saat ditemui di sela sela kegiatan pencarian bakat ini.
Sebanyak 306 peserta dari 13 provinsi telah mendaftar, dengan 181 di antaranya yang melakukan registrasi ulang, berasal dari Riau. Selain itu, para peserta yang ikut dalam ajang pencarian bakat ini juga datang dari Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kepri, NTB, Papua, Sumbar, Sumsel, dan Sumut.
Proses seleksi menggunakan format screening dengan sistem gugur pada pertandingan awal. Kemudian dilanjutkan dengan turnamen hingga ke babak final. Juara masing-masing kategori langsung mendapat tiket karantina di Kudus selama 1 bulan.
Adapun yang masuk dalam penilaian standar tim seleksi di PB Djarum 2026, di antaranya fokus ke teknik permainan, penguasaan lapangan, daya juang, hingga postur tubuh.
Setelah masuk ke tahap karantina selama 1 bulan, para peserta akan dilakukan evaluasi setelah 2 minggu sebelum keputusan final siapa yang berhak bergabung dalam program beasiswa tersebut.
Tim pencari bakat juga diberi wewenang memberikan super tiket tambahan berdasarkan pengamatan bakat. “Kuota untuk karantina tidak bisa ditentukan tergantung kualitasnya, artinya bisa lebih banyak. Kesempatan dan peluangnya sangat terbuka,” tegasnya.
Sigit mencontohkan, Makassar telah melahirkan alumni berkualitas untuk PB Djarum. Kini, Riau dan provinsi lain juga diharapkan menjadi wakil dari barat Indonesia yang juga menyuplai talenta-talenta berkualitas.
“Kalau kita lihat potensi tidak hanya di Jawa, peluang di daerah luar Jawa tentu lebih bisa berpartisipasi,” tambah Sigit.
Sigit menekankan kepada seluruh peserta untuk belajar dengan giat dan tidak patah semangat sepanjang proses seleksi. Selain itu, PB Djarum juga menekankan bahwa seluruh rangkaian audisi tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Jika ada informasi yang mencurigakan terkait pungutan, masyarakat diimbau segera menghubungi panitia. Audisi ini menjadi komitmen PB Djarum menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia secara gratis dan inklusif,” ujarnya. (rls/pri)
Komentar Anda :