Inklusi Tak Lagi Seremonial: Dari Bahasa Isyarat hingga Apron, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas
Senin, 29-06-2026 - 11:12:07 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU – Tidak ada potong pita dalam peresmian Ruang Setara di Pekanbaru. Sebagai gantinya, seorang barista disabilitas dipasangkan apron, simbol sederhana ini menandai sesuatu yang lebih besar yakni dimulainya peran aktif penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan.

 

Ruang Setara—Coffee, Social, and Study Space—hadir sebagai bagian dari program Pemko Pesmina (Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina). Program ini merespons persoalan yang selama ini kerap luput yaitu keterbatasan akses ruang inklusif yang benar-benar memberi kesempatan kerja dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

 

Di ruang ini, inklusi tidak berhenti pada slogan. Sejak awal acara, konsep kesetaraan langsung dirasakan. Tamu undangan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi diminta diajak berinteraksi menggunakan bahasa isyarat saat memesan menu, menjadi sebuah pengalaman yang membalik perspektif umum tentang komunikasi dan keterbatasan.

 

Di sisi lain, keterlibatan 195 penyandang disabilitas dalam program Pemko Pesmina ini,  mendapatkan pelatihan dan akses untuk aktivitas ekonomi produktif menuju kemandirian.

 

Mereka dilatih menjadi barista, pelaku usaha kuliner, hingga pengelola layanan seperti laundry sepatu dan pijat tuna netra. Namun pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada keterampilan individu. Program ini dirancang sebagai ekosistem guna menghubungkan pelatihan, operasional usaha, hingga pembentukan koperasi disabilitas. 


Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan bahwa pendekatan ini sengaja dirancang untuk menggeser paradigma pemberdayaan. “Melalui Ruang Setara, kami ingin memastikan bahwa inklusi tidak hanya berhenti pada akses, tetapi berlanjut pada kesempatan nyata untuk bekerja, berinteraksi, dan mandiri. Penyandang disabilitas bukan objek program, melainkan subjek yang berdaya dan berkontribusi.”

 

Ia menambahkan, pengalaman langsung seperti penggunaan bahasa isyarat dalam interaksi sehari-hari menjadi bagian penting untuk membangun empati sosial yang selama ini masih terbatas. “Inklusi perlu dirasakan, bukan hanya dibicarakan. Karena itu, kami mendorong interaksi langsung agar masyarakat melihat kemampuan, bukan keterbatasannya.”

 

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli. Menurutnya, langkah yang dilakukan PHR merupakan bentuk nyata implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025, yang mendorong perusahaan dan instansi untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang

disabilitas.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Hulu Rokan yang telah mengimplementasikan amanat Perda Nomor 9 Tahun 2025. Melalui Kafe Ruang Setara, PHR telah melangkah lebih maju dalam membuka kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas. Ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dapat berperan aktif menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,"  Ucap Zulfadli. 

 

Momen paling menyentuh hadir ketika Cici, salah seorang kru dapur penyandang disabilitas, memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa isyarat. Dengan senyum yang tak mampu disembunyikan dan sorot mata penuh keyakinan, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bekerja yang kini dimilikinya.

 

Baginya, pekerjaan ini tidak hanya sumber penghasilan, melainkan pintu yang membuka mimpi-mimpi yang selama ini menunggu untuk diwujudkan. Ia berharap Kafe Ruang Setara dapat menjadi jalan yang sama bagi lebih banyak teman penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri.

 

Program Pemko Pesmina melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, SKK Migas, SLB, hingga komunitas dan koperasi disabilitas. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkembang menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan.

 

Lebih dari sekadar ruang usaha, Ruang Setara menghadirkan cara pandang baru: bahwa inklusi bukan tentang menyediakan tempat khusus, tetapi membuka ruang yang sama—di mana setiap orang, dengan segala perbedaannya, dapat bekerja, belajar, dan tumbuh bersama. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Inklusi Tak Lagi Seremonial: Dari Bahasa Isyarat hingga Apron, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRI BO Pekanbaru Sudirman Hadir di Car Free Day, Kenalkan BRImo Lewat Aktivitas Interaktif dan Edukasi Digital
    02 Sekdaprov Riau Tekankan Peran Ayah dalam Mencetak Generasi Berkualitas
    03 Inklusi Tak Lagi Seremonial: Dari Bahasa Isyarat hingga Apron, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas
    04 BRI BO Pekanbaru Lancang Kuning, Ikut Ambil Bagian Pekanbaru Lestari Run 2026 dan Bersih-bersih
    05 Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
    06 120 Satpam BRK Syariah Ikuti Pelatihan Service Acceleration, Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Bank
    07 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Berhasil Kumpulkan 600 Kantong Darah dari 2 Area Operasi
    08 Viral, Beredar Spanduk Dukungan Rakyat ke KPK untuk Penindakan Kasus Abdul Wahid CS
    09 Perkuat Ketahanan Energi Lewat Bring Barrel Home, PIEP Kirimkan Crude Oil Kedua dari Aljazair ke Indonesia
    10 Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)
    11 Disdik Riau Keluarkan Surat Edaran Larangan Sekolah Jual Seragam Siswa
    12 Usai Riau, BRK Syariah Kini Gandeng BPS Kota Batam Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri
    13 BRI Pekanbaru Sudirman Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Harsa Husada Dinas Kesehatan Provinsi Riau
    14 Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar
    15 Terbukti Unggul Dalam Inovasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet 3 Juara di APQ Awards 2026
    16 Kemudahan dan Prinsip Syariah Jadi Alasan Masyarakat Memilih Gadai Emas BRK Syariah
    17 Plt Gubri: Tidak Boleh Ada Anak di Riau Putus Sekolah
    18 Pemprov Riau Terima Hasil Deteksi PI 10 Persen Oleh KPK RI
    19 Plt Gubri Besuk Mahasiswa Korban Pemukulan OTK Saat Demo
    20 Hari Jadi Ke-18, RSUD Petala Bumi Perkuat Komitmen Pelayanan
    21 Disdik Salah Input Data, Plt Gubri Sampaikan Permintaan Maaf, MBG Tidak Berpengaruh pada Penurunan Retribusi Daerah
    22 Timsel Umumkan 21 Nama Lolos Psikotes dan Wawancara Calon Komisioner KPID Riau, Ini Daftar Namanya
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau