Ketua Pansus: Tidak ada Plt Gubri Sebut PAD Menurun Gara-Gara MBG
Selasa, 23-06-2026 - 15:17:25 WIB
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau Abdullah menegaskan, penuruan pendapatan yang disebutkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau adalah retribusi. Bukan menyebutkan penurunan PAD karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang beredar di publik.
Bahkan, jika ditelisik lebih jauh terdapat potensi peningkatan PAD dari aktivitas program strategis nasional tersebut di Bumi Melayu Lancang Kuning. Tak tanggung-tanggung peningkatan PAD sebagai imbas dari program tersebut mencapai Rp340 miliar.
“Saya kan hadir di Paripurna tersebut, bahkan saya yang bertanya langsung. Jadi memang tidak ada ngomong PAD menurun, tapi retribusi. Itupun jumlahnya tidak signifikan,” paparnya Anggtoa DPRD Riau itu.
Abdullah mengatakan, ia merasa bertanggung jawab untuk meluruskan informasi yang sedang beredar tersebut, biar tidak menjadi fitnah dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Menurutnya, MBG sangat berperan positifc dimana Plt Gub ungkap Retribusi kantin turun Rp 77 juta, tapi penghematan belanja APBD puluhan miliar diefisiensi serta dan PAD naik 340 M.
“Ini bukti MBG itu berdampak positif. Untuk itu kita dari DPRD sangat mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam upaya peningkatan PAD yang sekarang sedang digalakkan Plt Gubernur bersama jajarannya,” paparnya lagi.
Selain itu, penghematan belanja APBD akibat program MBG ini justru sudah pernah disampaikan Pemerintah Provinsi Riau cukup besar bernilai puluhan miliar. Yakni belanja makan siang diskolah sekolah boarding milik pemprov. Angka penghematan belanja yang setelah dikaji jauh lebih besar dari penurunan retribusi yang saat ini menjadi perbincangan di dunia maya itu.
“Jadi sepengetahuan saya Plt gub tidak pernah menyampaikan bahwa PAD turun oleh MBG. Ini point penting yg kami serap di DPRD. Kami berharap ini clear dan jangan sampai menjadi fitnah kedepannya,” ulas Politisi PKS itu.
Yang terakhir tambahnya, proses pingkatan PAD dari parameter year on year senilai Rp340 miliar yang dilakukan pemprov dari banyak sektor. Diantaranya justru peningkatan PAD dari pertumbuhan aktifitas ekonomi MBG di Provinsi Riau yang dapat menyerap lapangan kerja sebanyak 31.371 orang. Begitu juga untuk Pajak bahan bakar secara total keseluruhan meningkat 340 M di tahun ini. (rls/pri)
Komentar Anda :