Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
Senin, 15-06-2026 - 12:08:20 WIB

TERKAIT:
   
 




BHARABAS MEDIA, MINAS JAYA -- Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama terkait kepastian sumber pendapatan untuk menopang kebutuhan keluarga setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.



Bayang-bayang berkurangnya sumber penghasilan juga sempat menggelayuti pikiran Jamaros (56), warga Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau.



Alih-alih berpangku tangan, Jamaros memilih untuk terus bergerak. Bersama warga lainnya, ia menekuni budidaya perikanan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya.



Kini, kecemasan itu perlahan memudar, Jamaros selaku anggota Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama, mendorong warga memajukan usaha budidaya lele di lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya hanya dikelola seadanya. Budidaya lele yang awalnya dikelola secara konvensional, kini terus bertranformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan.



“Dari sekarang kami mulai sedikit-sedikit, supaya ada yang bisa diharapkan untuk masa depan,” ungkap Jamaros.



Ia menceritakan, kolamnya yang semula hanya berkapasitas 3.000 bibit lele, kini telah berkembang pesat hingga mampu menampung sekitar 15.000 bibit per siklusnya.



Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Pada masa-masa awal, kelompok yang sebagian besar beranggotakan para pensiunan dan ibu rumah tangga ini sempat terseok-seok akibat tingginya biaya pakan dan bibit, modal yang cekak, serta ketergantungan pada tengkulak yang membuat margin keuntungan menipis.



Titik balik mulai terlihat saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan hadir sebagai mitra pendukung. Guna memperkuat skala usaha, PHR menginisiasi pembentukan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Minas Bahari Serumpun, yang menyatukan delapan kelompok budidaya di wilayah setempat, termasuk kelompok Jaya Bersama.



Tak sekedar menyalurkan stimulus berupa 24.000 ekor bibit lele dan pakan, PHR juga memberikan fasilitas mesin pelet mandiri berbahan dasar ikan rucah serta pelatihan pembuatan probiotik. Intervensi ini rupanya menjadi kunci efisiensi biaya produksi yang selama ini menggerogoti kantong para peternak. Sebagai gambaran, dalam satu siklus budidaya ikan lele dengan jumlah tebar sekitar 7.500 ekor, dibutuhkan sekitar 850 kg pakan selama masa pemeliharaan hingga panen, yaitu sekitar 3 bulan.



Berbekal ilmu baru, warga Minas Jaya mengubah total pola kerja mereka. Mereka secara disiplin meracik probiotik mandiri untuk menjaga kualitas air, mengatur kepadatan tebar, hingga memantau kesehatan ikan secara berkala.



Keberhasilan Gapokkan Minas Bahari Serumpun kian solid setelah mereka berhasil menembus pasar yang stabil. Sejak tahun 2025, Gapokkan telah sukses memasok lebih dari 1 ton ikan lele untuk mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp23,9 juta.



Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan potensi besar masyarakat untuk tumbuh mandiri melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. "Kami percaya masyarakat memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Peran kami adalah mendukung agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.



Dampak ekonomi ini juga langsung terasa hingga ke tetangga sekitar. Kelompok Jaya Bersama sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar untuk membantu proses pembersihan ikan hasil panen yang di supplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini membuka keran pendapatan baru lagi bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.



“Alhamdulillah, dari bantu bersihkan ikan lele ada tambahan buat memenuhi kebutuhan dapur. Kadang setelah panen kami juga makan-makan bersama. Kami berencana, kalau hasilnya semakin bagus, kami ingin coba buat produk turunan ikan salai,” tutur Weti, salah seorang ibu rumah tangga yang turut ketiban berkah program ini.



Dari kolam lele di Minas Jaya, sebuah pesan tentang kemandirian telah digelorakan. Budidaya lele kini bukan lagi sekedar kegiatan sampingan pengisi waktu luang, melainkan tumpuan hidup baru yang menghadirkan rasa bangga, optimisme, dan kesejahteraan yang nyata bagi Masyarakat. (rls/pri)




 
Berita Lainnya :
  • Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
    02 PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Temuan Sumber Daya dan Tambahan Cadangan
    03 Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Warga Sambut Petugas Sensus Ekonomi 2026 dan Berikan Data Sesuai Fakta
    04 Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Riau Kerahkan 5.300 Petugas untuk Data Aktivitas Ekonomi
    05 Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai
    06 Gadai Emas Di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir
    07 Dorong UMKM Naik Kelas, DPMPTSP Riau Fasilitasi Pembuatan Sertifikat Halal dan HAKI
    08 University Malaysia Kelantan Stuban ke BRK Syariah Dumai, Pelajari Peran BPD dalam Mendorong UMKM dan Kemajuan Daerah
    09 Perkuat Sinergi, PHR dan Mitra Kerja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Area Operasi North
    10 BRK Syariah Fasilitasi Penyaluran Dana PPKS untuk 16.021 Hektare Lahan Sawit di Riau
    11 Plt Gubri Tinjau Koperasi Merah Putih di Kampar, Target 250 Koperasi Selesai Tahun Ini
    12 Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
    13 Gali Potensi Pajak, Plt Gubri Serahkan Data Kendaraan Yang Masih Menunggak Pajak Di Kampar
    14 Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
    15 Plt Gubernur Riau Instruksikan Kadis PUPR dan Kepala UPT Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan
    16 PT Pegadaian Dinobatkan Sebagai Best Company to Work For in Asia Untuk Kedelapan Kalinya
    17 BRI Cabang Perawang Apresiasi Langkah APH Usut Dugaan Fraud Kredit di Koto Gasib dan Lubuk Dalam
    18 JPU KPK: Keterangan Saksi Mahkota Pertegas Dakwaan Korupsi Abdul Wahid
    19 SF Hariyanto Minta Wako Pekanbaru Data Galian C, Sangat Disayangkan Jika Tak Masuk PAD
    20 Tak Hadir Ujian CAT, Dua Calon Anggota KPID Riau Dipastikan Langsung Gugur
    21 Nokia dan Indosat Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI
    22 Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cepat Penuhi Biaya Pendidikan Anak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau