DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026
Selasa, 09-06-2026 - 20:11:04 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026, pemerintah menghadirkan langkah penyempurnaan kebijakan perpajakan agar semakin tepat sasaran, sederhana, dan berkelanjutan.


Direktur Jenderal Pajak, Kemenkeu, Bimo Wijayanto, menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memastikan UMKM mendapatkan ruang yang luas untuk tumbuh, menggerakkan ekonomi daerah, dan menciptakan lapangan kerja tanpa terbebani oleh administrasi perpajakan yang rumit.


"Sejak awal, pemerintah terus memberikan dukungan kepada UMKM melalui evolusi kebijakan perpajakan, mulai dari PP 46/2013 (tarif 1%), PP 23/2018 (tarif 0,5%), hingga PP 55/2022. Setelah evaluasi menyeluruh, PP Nomor 20 Tahun 2026 ini hadir sebagai penyempurnaan agar dukungan pemerintah semakin adil dan tepat sasaran," ujar Bimo Wijayanto.


Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi publik dan pelaku usaha, DJP
menjabarkan lima poin krusial dalam kebijakan baru ini:



Fasilitas Tarif 0,5% dan Batas Omset Tetap Berlaku Fasilitas PPh Final UMKM sebesar 0,5% tidak dihapus. Batas omset yang dapat memanfaatkan fasilitas ini
tetap sebesar Rp4,8 miliar setahun. Selain itu, ketentuan omset sampai dengan
Rp500 juta per tahun bagi Wajib Pajak Orang Pribadi tetap bebas pajak
penghasilan.



Kemudahan Administrasi Tanpa Batas Waktu untuk WP Tertentu Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan PT Perorangan yang memenuhi ketentuan, fasilitas tarif final 0,5% dapat dimanfaatkan tanpa batas waktu. Sementara itu, bagi Koperasi, fasilitas ini dapat digunakan selama 4 tahun sejak terdaftar. Hal ini bertujuan agar pelaku
usaha fokus mengembangkan bisnis tanpa beban administrasi.



Target Tepat Sasaran dan Mencegah Penyalahgunaan Kebijakan ini memastikan insentif pajak benar-benar diterima oleh usaha yang sedang bertumbuh untuk naikkelas. Pemerintah juga mengantisipasi celah penyalahgunaan fasilitas, seperti tindakan memecah usaha atau membentuk beberapa entitas baru demi
menghindari tarif pajak normal.



Mekanisme Umum Pajak Dihitung dari Laba, Bukan Omset Bagi badan usaha


(seperti PT dan CV) yang kini beralih dari tarif final ke mekanisme perpajakan umum, perlu dipahami bahwa pajak tidak dihitung dari total omset kotor. Pajak dihitung berdasarkan laba bersih (penghasilan neto) setelah dikurangi biaya-biaya
operasional yang diperkenankan. Beralih ke mekanisme umum tidak otomatis
membuat beban pajak menjadi lebih besar.


Keseimbangan Sistem dan Masa Transisi PP Nomor 20 Tahun 2026 menjaga


keseimbangan antara dukungan UMKM dan terciptanya sistem perpajakan yang sehat serta adil. Implementasi kebijakan ini akan dikawal ketat oleh DJP melalui
masa transisi, edukasi, serta pendampingan intensif agar pelaku UMKM dapat
beradaptasi dengan baik.


DJP menegaskan bahwa semangat dari kebijakan ini bukan sekadar menjalankan fungsi regulasi, melainkan menempatkan pemerintah sebagai mitra strategis pelaku usaha.


"Pemerintah ingin hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai mitra yang mendampingi perjalanan para pelaku usaha. Kami ingin memastikan UMKM kita bertransformasi menjadi usaha yang semakin kuat, mandiri, dan memiliki daya saingntinggi," tutup Bimo.


DJP mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan edukasi dan pendampingan yang disediakan di seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) maupun melalui saluran resmi DJP.
(rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026
    02 CISEM II Resmi Beroperasi, PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional
    03 Resmi Dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang Ambil Langkah Moratorium Dapur Makan Gratis
    04
    05 BRK Syariah Perkokoh Fundamental Bisnis, RUPS Setujui Laporan Tahunan dan Penguatan Permodalan
    06 BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Gambut Rawan Karhutla
    07 SheHacks Dukung Pertumbuhan UMKM Perempuan Lewat AI
    08 Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHR Berhasil Produksikan 903 BOPD dari Sumur Pungut di Bengkalis
    09 Hari Jadi ke-69 Riau, Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama
    10 PHR Jaga Ketahanan Energi Selaras Dengan Perlindungan Alam Berkelanjutan
    11 Hasil Gotong Royong di Stadion Utama Riau, 1,2 Ton Sampah Dikumpulkan
    12 Belasan Jurnalis Ramaikan Seleksi Calon Anggota KPID Riau Periode 2026-2029
    13 Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau
    14 RANS Carnival Pekanbaru Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Artis Yang Tampil!
    15 Peringati Hari Lingkungan Hidup, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Pimpin Penanaman Pohon di Stadion Utama
    16 Kevin Sanjaya Bagikan Perjuangan Menembus Audisi Umum PB Djarum
    17 Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan
    18 Buat Gaduh dan Lontarkan Cacian di Persidangan, Asri Auzar Dilaporkan ke Polda Riau
    19 Arief Setiawan Akui Setor Uang Operasional Abdul Wahid Lewat Dani Nursalam dan Ajudan
    20 Langkah Awal Ekspansi Global : Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang
    21 Terungkap Di persidangan, Dani Lapor Sudah Terima Uang PUPR, Wahid Sebut "Simpan Aja Dulu bang"
    22 PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau