BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Gambut Rawan Karhutla
Senin, 08-06-2026 - 15:12:57 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, SIAK — Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau dalam beberapa pekan terakhir membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diwaspadai. Meskipun saat ini Kabupaten Siak tercatat berada pada status nihil titik api (zero firespot), pemerintah daerah meminta masyarakat tidak lengah. Pengawasan ketat kini difokuskan pada kawasan-kawasan yang didominasi oleh bentangan ekosistem lahan gambut.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menegaskan bahwa kewaspadaan tinggi perlu terus ditingkatkan oleh seluruh elemen masyarakat. Karakteristik lahan gambut di sebagian besar wilayah Siak dinilai sangat rentan dan mudah terbakar apabila terpapar musim panas dalam jangka waktu yang cukup lama.


"Kami ingatkan kita semua selalu waspada kebakaran lahan. Terutama kampung di Siak yang didominasi ekosistem lahan gambut cukup luas dan langganan Karhutla," kata Novendra Kasmara saat memberikan keterangan resmi di Siak, Senin (08/06/2026).


Berdasarkan data pemetaan teknis dari BPBD Siak, sedikitnya terdapat 67 kampung yang tersebar di berbagai kecamatan yang teridentifikasi memiliki hamparan lahan gambut cukup luas. Kondisi topografi inilah yang membuat 67 kampung tersebut masuk dalam zona kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran, terutama ketika intensitas curah hujan mulai berkurang dan permukaan lahan gambut mulai mengering.


Novendra menjelaskan, walaupun grafik pemantauan satelit hari ini tidak mendeteksi adanya titik api di wilayah Siak, upaya pencegahan di 67 kampung rawan tersebut tidak boleh kendor. Petugas di lapangan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi tatap muka guna menanamkan pemahaman mengenai bahaya serta dampak fatal yang ditimbulkan akibat kabut asap karhutla.


"Alhamdulillah, hari ini kita nihil firespot. Kemarin sempat terjadi Karhutla di Kecamatan Kandis, namun berkat koordinasi yang baik bersama semua pihak, lahan yang terbakar bisa kita lokalisir dan segera dipadamkan," sebut Kalaksa BPBD Siak tersebut.


Sebagai langkah preventif, BPBD Siak telah menginstruksikan seluruh pemerintah kecamatan dan jajaran kepala kampung untuk aktif berpatroli serta melarang keras warganya membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Upaya mitigasi di tingkat tapak ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dari segi anggaran serta tenaga, dibandingkan melakukan penanggulangan saat api sudah telanjur meluas di bawah permukaan gambut.


"Kami minta semua pihak, jika ditemukan titik api sekecil apa pun, segera lapor ke aparat desa atau kecamatan. Warga juga bisa langsung melapor ke layanan darurat Pemkab Siak melalui Call Center 112 agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim reaksi cepat," terangnya menambahkan.


Sementara itu, data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengonfirmasi bahwa cuaca panas di Riau saat ini dipengaruhi oleh masa peralihan menuju musim kemarau. Minimnya tutupan awan menyebabkan sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi, ditambah adanya gangguan cuaca regional yang membuat pertumbuhan awan hujan menjadi berkurang drastis.


BMKG mencatat suhu udara di wilayah Riau saat ini bergerak fluktuatif di angka 23 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi udara yang panas dan kering ini secara otomatis meningkatkan risiko penurunan kadar air pada lahan gambut di 67 kampung Siak, sehingga menjadikannya sangat mudah tersulut api. Sinergi antara patroli darat BPBD dan kesadaran warga menjadi kunci utama pertahanan Siak saat ini. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Gambut Rawan Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Gambut Rawan Karhutla
    02 SheHacks Dukung Pertumbuhan UMKM Perempuan Lewat AI
    03 Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHR Berhasil Produksikan 903 BOPD dari Sumur Pungut di Bengkalis
    04 Hari Jadi ke-69 Riau, Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama
    05 PHR Jaga Ketahanan Energi Selaras Dengan Perlindungan Alam Berkelanjutan
    06 Hasil Gotong Royong di Stadion Utama Riau, 1,2 Ton Sampah Dikumpulkan
    07 Belasan Jurnalis Ramaikan Seleksi Calon Anggota KPID Riau Periode 2026-2029
    08 Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau
    09 RANS Carnival Pekanbaru Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Artis Yang Tampil!
    10 Peringati Hari Lingkungan Hidup, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Pimpin Penanaman Pohon di Stadion Utama
    11 Kevin Sanjaya Bagikan Perjuangan Menembus Audisi Umum PB Djarum
    12 Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan
    13 Buat Gaduh dan Lontarkan Cacian di Persidangan, Asri Auzar Dilaporkan ke Polda Riau
    14 Arief Setiawan Akui Setor Uang Operasional Abdul Wahid Lewat Dani Nursalam dan Ajudan
    15 Langkah Awal Ekspansi Global : Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang
    16 Terungkap Di persidangan, Dani Lapor Sudah Terima Uang PUPR, Wahid Sebut "Simpan Aja Dulu bang"
    17 PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
    18 Pemprov Riau Lepas Pengantaran Sembilan Pasien Rujukan
    19 Lakukan Pertanyaan Berulang, Hakim Hentikan PH Abdul Wahid saat SF Hariyanto Dicecar Pertanyaan soal Thomas Larfo
    20 RSUD Arifin Achmad Jadi RS Pengampu Jantung dan Pembuluh Darah, Layanan bagi Pasien Kardiovaskular Kini Semakin Dekat
    21 Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang
    22 Dalam Sidang, SF Hariyanto Beri Penjelasan Terkait Isu Rp300 juta untuk Renovasi Rumah Dinas Polda Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau