BHARABAS MEDIA, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's Ratings menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.
Seperti diketahui, Moody's dalam keterangan terbarunya memertahankan sovereign credit rating Indonesia pada Baa2. Kendati begitu, lembaga tersebut menyesuaikan outlook dari stable menjadi negatif akibat risiko dari penurunan kepastian kebijakan yang apabila berlanjut bisa berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan fundamental ekonomi yang tetap solid itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Moody’s juga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien, ditopang oleh kekuatan struktural serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent,” kata Kiki, sapaan akrabnya, dalam keterangan pers nya yang diterima pada Jumat (06/02/26).
Kiki mengatakan, hal ini sejalan dengan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tercatat, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian 2024. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perekonomian nasional untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global, sekaligus menjadi penopang penting terhadap ketidakpastian jangka pendek yang tercermin dalam outlook.
Adapun, OJK memandang prospek perekonomian nasional tetap positif dan berkelanjutan, didukung oleh permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta kesinambungan agenda reformasi berkelanjutan. Untuk itu, Kiki menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia mengatakan, seluruh agenda Program Prioritas 2026 diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor.
“Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur,” ujarnya.
Di sisi lain, Kiki menyebut bahwa penilaian Moody’s yang menempatkan Indonesia pada posisi relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya sebagai cerminan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional.
“OJK akan mendukung penguatan koordinasi nasional untuk menciptakan kebijakan yang lebih selaras dan konsisten,” pungkasnya. (rls/pri)
Komentar Anda :