Target Rampung Sebelum Lebaran, Plt Gubri Instruksikan Dinas PUPR Tutup Lobang Jalan Lintas Pekanbaru Siak Via PT SIR
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU — Pemprov Riau akan melakukan percepatan penutupan lubang di ruas jalan lintas Okura – PT SIR dan Perawang – Siak. Targetnya, seluruh pekerjaan perbaikan jalan ini rampung sebelum Lebaran Idul Fitri 2026.
Hal ini disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat meninjau langsung kedua ruas jalan tersebut, Selasa 6 Januari 2026. “Tadi sudah saya tekankan ke Dinas PUPR, pokoknya sebelum lebaran sudah selesai semua,” katanya.
Dia menyebut penanganan khusus akan dilakukan pada ruas jalan Perawang karena kondisi lubang cukup berat dan membutuhkan penanganan hati-hati. Ia memastikan dana untuk perbaikan tersedia, namun manajemen pelaksanaan pekerjaan harus perlu diperbaiki agar lebih efektif.
Salah satu strategi yang ditekankan oleh Plt Gubri, pelaksanaan pekerjaan tidak boleh hanya mengandalkan satu tim dan satu set alat, sebab pekerjaan ini akan memakan waktu sangat lama karena proses pemadatan dan pengeringan jalan bisa mencapai satu hingga dua minggu. “Sedangkan jumlah lubang di ruas jalan tersebut sangat banyak,” kata SF Hariyanto.
Oleh sebab itu, dia memerintahkan agar PUPR Riau membentuk tim yang banyak. Satu tim minimal harus mampu menangani 10 hingga 15 kilometer, dengan dukungan peralatan lengkap seperti grader, vibro, dan water tank.
Dengan sistem kerja paralel, titik-titik lubang di berbagai titik dapat ditangani secara bersamaan sehingga pekerjaan selesai lebih cepat. Plt Gubri menegaskan tidak perlu khawatir dengan ketersediaan anggaran. “Jika memang dibutuhkan tambahan anggaran, kita siap, yang penting semua lubangnya selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, percepatan ini penting karena kondisi jalan rusak sangat berbahaya bagi pengguna jalan, terutama menjelang lebaran saat arus lalu lintas meningkat.
Pengendara yang menghindari lubang berpotensi menyebabkan kecelakaan jika kendaraan di depannya berhenti mendadak. Karena itu, manajemen kerja yang baik menjadi kunci penyelesaian persoalan.
SF Hariyanto juga mengakui bahwa tantangan terbesar berada pada ketersediaan tenaga kerja, karena tidak semua orang mampu bekerja di proyek jalan dengan kondisi panas aspal, terik matahari, dan situasi lapangan yang berat.
Oleh sebab itu, upah pekerja tidak bisa disamakan dengan standar UMP. Pekerjaan ini membutuhkan keahlian khusus sehingga harga satuan kerja harus dinaikkan, termasuk penambahan tenaga, peralatan, dan jam kerja. “Kalau semuanya dikerjakan, saya yakin seluruh ruas jalan bisa kembali bersih dari lubang dan layak dilalui,” tambahnya.
Dia juga menyebut, memastikan bahwa jalan-jalan di Riau tetap bisa fungsional merupakan tanggung jawab pemerintah dan menjadi komitmen dirinya sejak awal. SF Hariyanto juga meminta kepada PUPR untuk selalu menyiapkan bahan dan aspal di basecamp, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat langsung diproses dan dikerjakan di lapangan.
Pemprov Riau juga menyiapkan pola kerja satu grup untuk menangani minimal 10 kilometer setiap hari. Lubang kecil akan langsung ditutup dan pada ruas jalan dengan base yang rusak berat akan dilakukan pembongkaran, pemberian prime coat dan tack coat, lalu dilanjutkan overlay agar perbaikan lebih optimal dan tidak berulang.
“Selama ini, kerusakan jalan semakin parah karena lubang kecil dibiarkan hingga membesar. Akibatnya biaya perbaikan menjadi lebih mahal dan waktu pengerjaan lebih lama. Dengan penanganan cepat sejak awal, kerusakan bisa diminimalisir dan masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih aman,” katanya. (rls/pri)
Komentar Anda :