Closing Ceremony Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar, 15 Supertiket Diberikan Pemandu Bakat
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU — Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru memasuki babak akhir. Closing ceremony berlangsung meriah namun penuh haru saat 15 atlet muda penerima super tiket menuju karantina di Kudus.
Mereka yang tampil di panggung itu merupakan para juara yang berhasil melewati berbagai babak pertandingan, serta yang beruntung dalam seleksi pencarian bakat berdasarkan hasil penilaian tim pencari bakat dari BP Djarum, setelah melewati seleksi yang ketat.
Dalam sambutannya Ketua Tim Pencari Bakat Sigit Budiarto, proses seleksi tahun ini menghadirkan dinamika kompetitif yang luar biasa sepanjang gelaran. Pihaknya mengapresiasi semangat juang tinggi yang ditunjukkan seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
“Saya melihat hasilnya cukup baik sekali. Walaupun dalam prosesnya selama lima hari ini ada banyak sekali dinamika di lapangan, namun semua itu bisa diatasi,” ujar Sigit Budiarto saat menutup rangkaian acara itu.
Tim pencari bakat memastikan bahwa standar penilaian berfokus pada potensi fundamental, bukan sekadar kuantitas kemenangan. Pengamatan menyeluruh terhadap teknik, daya juang, dan kecerdasan bermain menjadi penentu utama perolehan supertiket.
Sebanyak 15 atlet terpilih itu akan digembleng bersama peserta lain — yang nantinya lolos dalam seleksi serupa di Kudus dan Makassar — dalam program karantina intensif mulai September mendatang. Sejauh ini, para peserta yang berasal dari berbagai daerah, telah membuktikan bahwa talenta bulu tangkis Indonesia tersebar merata tanpa monopoli kota-kota besar.
“Yang dipilih bukan dari jumlahnya, tapi kami melihat dari potensinya, nanti kita lihat hasilnya,” tegas Sigit Budiarto.
Supertiket tidak hanya jatuh kepada para juara di setiap kategori, melainkan juga kepada sembilan peserta lain yang dinilai memiliki potensi perkembangan cemerlang. Para penerima supertiket harus melalui proses observasi yang melampaui sekadar hasil akhir di papan skor.
Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari, atlet berusia 8 tahun itu, menjadi salah satu bukti nyata, langkahnya terhenti di semifinal namun tidak mematikan asa. Dia tidak menyangka bisa memboyong supertiket dan akan menjalani masa karantina selama sebulan di Kudus pada September nanti.
“Senang, saya sudah siap untuk ikut karantina, nggak nyangka dapat supertiket,” kata Bellvania yang mengaku mulai menyukai bulu tangkis setelah menonton video di YouTube.
Pendatang baru yang mengejutkan lainnya adalah Jayden Octave Tiolando, peraih juara pertama kategori KU 11 Putra asal Siak. Dia berhasil menaklukkan lawan-lawan tangguh lewat pertandingan panjang yang menguras mental dan tenaga di lapangan.
“Secara umum pertandingannya lumayan menantang dan para lawan tangguh-tangguh, dengan perjuangan panjang saya bisa berhasil menjadi pemenang,” ujar Jayden yang mengaku mendapatkan dukungan penuh dari sekolahnya SD Negeri 2 Siak.
Ayah Jayden, Yulius, mengungkapkan bahwa perjalanan putranya dimulai dari rasa penasaran saat melihat pertandingan bulu tangkis di salah satu GOR di Kota Istana. Dari awalnya hanya memukul cock di halaman rumahnya, Jayden kini menjelma menjadi salah satu prospek paling menjanjikan dari Bumi Lancang Kuning.
“Di rumah, saya inisiatif bentang tali untuk dia latihan mukul, dari situ lah dia tertarik untuk ikut latihan bulu tangkis,” kenang Yulius.
Persiapan Jayden menjelang audisi berlangsung sangat disiplin, dengan latihan reguler lima hari dalam seminggu. Di luar itu, ia masih menambah porsi latihan privat selama dua jam untuk mengasah ketajaman tekniknya.
“Selaku orang tua, saya bangga, bahagia, sebab ini kali pertama Jayden ikut audisi dan berhasil lolos,” ujar Yulius.
Dari kelompok putri, Chelsea Amanda asal Deli Serdang tampil dominan untuk merebut gelar KU 11 Putri. Ia menilai persaingan sesungguhnya terjadi di semifinal, di mana lawan-lawannya memiliki fisik prima dan penguasaan lapangan yang unggul.
“Saya senang akhirnya bisa muncul sebagai pemenang, di semifinal kesulitannya karena lawannya tangguh,” tutur Chelsea.
Chelsea menegaskan bahwa keputusannya menekuni bulu tangkis murni berasal dari keinginan pribadi yang didukung penuh oleh keluarga. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di arena latihan, ia sudah jatuh cinta pada ritme permainan dan tuntutan strateginya.
Atlet lain yang turut mencuri perhatian adalah Ray Ethan Jourell, penerima supertiket berusia 9 tahun yang telah akrab dengan raket sejak usia 7 tahun. Ia menyadari bahwa perjalanannya masih panjang dan membutuhkan peningkatan level latihan yang signifikan.
“Saya janji akan lebih semangat dan lebih giat lagi berlatih untuk persiapan karantina di Kudus,” kata Ray Ethan.
Berikut Daftar juara sekaligus pemenang supertiket di Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru:
Juara 1 U 11 Putra: Muhammad Aska Al Fatih
Juara 1 U 11 Putri: Chelsea Amanda
Juara 1 KU 11 Putra: Jayden Octave Tiolando
Juara KU 11 Putri: Iffa Hamda Shakia
Juara KU 12 Putra: Muhammad Naufal Hanafi
Juara KU 12 Putri: Naura Khaira Raya Kharisma
Selain mereka yang lolos sebagai juara, 9 peserta yang dianggap berbakat juga mendapatkan supertiket untuk ikut proses karantina di Kudus. (rls/pri)
Komentar Anda :