Sebanyak lima orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal tahun hingga kini. Mereka yan" />
 
 
5 Orang Meninggal Akibat DBD Sejak Awal Tahun di Pekanbaru
Kamis, 14-11-2019 - 23:52:32 WIB
Ilustrasi.
TERKAIT:
 
  • 5 Orang Meninggal Akibat DBD Sejak Awal Tahun di Pekanbaru
  •  

    PEKANBARU -- Sebanyak lima orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal tahun hingga kini. Mereka yang meninggal ini karena terlambat mendapat penanganan medis.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Kamis (14/11/2019), mengatakan, warga yang meninggal akibat DBD sebanyak 5 orang pada tahun ini. Sedangkan penderita DBD yang terdata sebanyak 365 orang.

    "Satu orang yang meninggal terakhir akibat DBD yaitu di Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di Gang Sekolah II kemarin. Hasil peninjauan di lapangan, lingkungan tempat tinggalnya banyak air tergenang di parit," ujarnya.

    Oleh karena itu Dinkes akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sehingga nanti, penanganan DBD bisa dilakukan secaa terpadu.

    "Saya sudah perintahkan bawahan untuk membentuk tim baru dalam penanganan DBD yang melibatkan seluruh instansi terkait," jelas Amin.

    Di samping pembentukan tim terpadu, Dinkes juga mengoptimalkan penanganan DBD di puskesmas. Sebenarnya, penderita DBD di Pekanbaru menurun dari tahun-tahun sebelumnya. 

    "Pada 2018, penderita DBD yang meninggal mencapai 10 orang. Penderita yang mendapat perawatan mencapai 600 orang lebih," ungkap Amin.

    Para penderita DBD yang meninggal kemungkinan terlambat dibawa ke sarana kesehatan. Karena, penderita hanya mengalami demam biasa pada gejala awalnya.
     
    "Padahal, si penderita harus menjalani uji darah. Jika tak diperiksakan, risikonya bisa fatal," kata Amin.

    Makanya, masyarakat diimbau agar memeriksakan kondisinya saat demam ke puskesmas terdekat. Perlu diketahui, puskesmas yang tersebar di Pekanbaru telah memiliki laboratorium untuk cek darah.

    "Kalau ada trombosit pasien yang turun, kami cepat melakukan tindakan," katanya lagi. (DS)



     
    Berita Lainnya :
  • 5 Orang Meninggal Akibat DBD Sejak Awal Tahun di Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 M Noer Pastikan Jabatan Komut BPR Tidak Akan Ganggu TUgasnya Sebagai Sekda
    02 Curah Hujan Tinggi, BPBD Pekanbaru Siaga Banjir
    03 Kekurangan Air Bersih Jadi Catatan Evaluasi Embarkasi Haji Antara 2019
    04 Parade Lagu Daerah Hanya diikuti Utusan 6 kabupaten Kota
    05 Kano Rebut Emas Ke-33 Indonesia di SEA Games
    06 Menag Terbitkan Keputusan soal Tarif Sertifikasi Halal
    07 Hujan Ringan Hingga Lebat Akan Guyur Wilayah di Riau Hari Ini
    08 5 Gerakan Yoga Mata, Atasi Mata Lelah hingga Cegah Iritasi
    09 Kronologi Tim Hoki Indonesia Dilarang Tampil di SEA Games
    10 Ma'ruf Ucap Selamat ke Airlangga: Munas Golkar Ternyata Sejuk
    11 Disperindag Akui Pengwasan Lemah Akibatkan Gas 3 kilo Langka
    12 KIT Akhirnya Peroleh Izin Usaha Kawasan Industri
    13 Gubri Tak Percaya Laporan Bawahan Soal Realisasi APBD
    14 Balap Sepeda Tambah Emas Indonesia di SEA Games 2019
    15 Munas Golkar Hari Terakhir Ditutup Wapres Ma'ruf Amin
    16 Wisata Gerhana Matahari Cincin di Siak Sri Indrapura
    17 Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah Riau Sejak Pagi hingga Dini Hari
    18 Peringkat Membaca dan Matematika Indonesia Terendah di Dunia
    19 Klasemen Sementara SEA Games 2019: Indonesia Kelima
    20 Istana: Gibran & Bobby Maju Pilkada Bukan Bangun Dinasti
    21 Ruud Gullit Legenda Belanda Berdarah Ambon yang Dilirik PSSI
    22 Evaluasi Pilkada Langsung, Polri Dinilai Masuk Ranah Politik
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau