Penyakit jantung masih menjadi permasalahan global, termasuk di Tanah Air. Menurut berita dari Kementerian Kese" />
 
 
Kebiasaan Buruk yang Membuat Jantung Rusak
Selasa, 17-09-2019 - 11:24:44 WIB
Ilustrasi malas gerak.
TERKAIT:
 
  • Kebiasaan Buruk yang Membuat Jantung Rusak
  •  

    BULETINSATU.com -- Penyakit jantung masih menjadi permasalahan global, termasuk di Tanah Air. Menurut berita dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. 

    Untunglah ada banyak cara menjaga kesehatan jantung, yang bahkan bisa dilakukan dengan menyenangkan. Misalnya tertawa, menari, bahkan bermain sepatu roda. 

    Selain itu, hindari pula beberapa kebiasaan yang membuat jantung rusak. Contoh kebiasaan tersebut, misalnya, duduk di kantor sepanjang hari, tidak menjaga kebersihan gigi, atau tidak mencukupkan durasi tidur. 

    Dilansir dari kompas.com, sejumlah kebiasaan berikut ini, bisa meningkatkan risiko jantung rusak. Kebiasaan tersebut, juga mungkin tak terlalu kita sadari karena terlihat sepele. 

    Duduk sepanjang hari 

    American Heart Association (AHA) mengungkapkan, orang yang tidak aktif bergerak dan hanya duduk selama 5 jam atau lebih dalam sehari, memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit jantung. 

    Tentunya, hal ini sering terjadi pada para pekerja. Apabila profesimu menuntut untuk duduk di depan komputer sepanjang hari, luangkan waktu untuk bergerak atau berjalan selama lima menit, setiap jamnya. 

    Langkah kecil ini bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih fleksibel, serta melancarkan peredaran darah. 

    Tidak menjaga kebersihan mulut 

    Membiarkan rongga mulut tidak bersih, merupakan contoh kebiasaan yang tidak baik. Selain meningkatkan risiko gigi berlubang, tidak menjaga kebersihan gigi juga membuat jantung rusak. 

    Beberapa penelitian telah membuktikan hal ini. Salah satunya, sebuah studi yang dimuat dalam International Scholarly Research Notices. 

    Penelitian tersebut mengungkapkan, bakteri penyebab penyakit gusi, memicu peradangan di tubuh. Peradangan di tubuh telah dihubung-hubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. 

    Terlalu banyak mengonsumsi garam 

    Garam mengandung mineral makro natrium dan klorida, yang memiliki peran tertentu untuk tubuh. Walau begitu, asupan garam yang terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan, karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. 

    Seperti yang kita tahu, tekanan darah memicu berbagai penyakit pada jantung. Selain dengan memperhatikan jumlah sendok garam yang masuk ke masakan, perhatikan pula informasi nilai gizi, yang tertera di bungkus makanan kemasan. 

    Mengurangi makanan berproses, tentunya juga menjadi hal yang bisa kita lakukan. American Heart Association merekomendasikan asupan garam, tidak lebih dari 1.500 mg dalam satu hari. 

    Tidak mengendalikan stres 

    Stres yang tidak dikendalikan, membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin. Produksi hormon tersebut dapat memengaruhi fungsi tubuh dengan sementara. 

    Kondisi tersebut, termasuk denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat. Apabila terus dibiarkan, terlalu sering stres dapat merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. 

    Kita dapat melakukan beberapa kegiatan, untuk mengendalikan stres. Misalnya, dengan curhat bersama teman dekat, berolahraga, serta menjadwalkan aktivitas yang harus dilakukan. 

    Mengonsumsi alkohol berlebihan 

    Contoh kebiasaan buruk lainnya yakni mengonsumsi alkohol, jika berlebihan. Satu porsi bagi wanita, dan dua porsi untuk pria, memang membantu meningkatkan mood. 

    Namun jika berlebihan, alkohol dapat menambah kadar lemak tertentu di tubuh, serta membuat tekanan darah menjadi naik. 

    Kurang tidur 

    Saat bekerja sepanjang hari, jantung juga berupaya keras memompa darah. Tidur yang cukup, bisa membantu tubuh ‘beristirahat’, termasuk untuk sistem jantung dan peredaran darah. 

    Denyut jantung dan tekanan darah menurun selama fase pertama tidur (fase non-REM). Kemudian, detak jantung dan tensi tersebut naik dan turun, sebagai respons terhadap mimpi selama fase kedua (tidur REM). 

    Perubahan-perubahan tersebut, mampu meningkatkan kesehatan jantung. Kita memang harus menghindari kebiasaan tidur terlalu larut. Sebab, kebiasaan kurang tidur juga memicu tingginya hormon kortisol dan adrenalin, yang juga menciptakan kondisi stres. 

    Oleh karena itu, usahakan tidur cukup sebanyak 6-8 jam, dalam satu hari. 

    Membiarkan diri terpapar asap rokok 

    Rokok tidak hanya buruk untuk kesehatan penggunanya. Asap yang kita hirup dari perokok di sekitar, dapat membuat jantung serta pembuluh darah rusak. 

    Tegas terhadap perokok di dekatmu, perlu dilakukan. Termasuk bagi orang terdekat atau teman yang merokok sekali pun. 

    Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk di atas, untuk melindungi jantung. Selain itu, jalani pemeriksaan kesehatan jantung dan indikatornya, secara berkala. Indikator tersebut, termasuk kolesterol, tekanan darah, hingga gula darah.(KC)



     
    Berita Lainnya :
  • Kebiasaan Buruk yang Membuat Jantung Rusak
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mengenal Financial Fair Play, Regulasi yang Dilanggar City
    02 Survei Sebut Kepuasan Publik ke Ma'ruf Tak Sampai 50 Persen
    03 Alasan Geisha Panama Jadi Kopi Termahal di Dunia
    04 Indonesia Juara BATC 2020 Usai Hajar Malaysia 3-1
    05 Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera di Inhu
    06 Berisiko Kanker, FDA Tarik Obat Pelangsing Belviq
    07 Semifinal BATC 2020, Kevin Ulangi Aksi Tengil
    08 Bosscha Bantah Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi 15 Februari
    09 Pembangunan Alih Fungsi Terowongan Flyover SKA, Dishub Kerjasama dengan Swasta
    10 Polsek SKP Pasang Spanduk Larangan Nyentrum dan Meracun Ikan di Sungai Siak
    11 Wakil Walikota Resmikan Warung Wakaf
    12 Mengulik Alasan Virus Corona Belum Masuk ke Indonesia
    13 Shin Tae Yong Ungkap Target Seleksi Timnas Indonesia
    14 Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Lebih dari 1.500 Orang
    15 Hujan Masih Akan Guyur Beberapa Wilayah di Riau Hingga Malam Hari
    16 Kapolda Riau Diskusi Soal Prediksi Karhutla 2020 Bersama Ahli Dari Perguruaan Tinggi dan Stakeholder
    17 Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Jambret di Jalan Cempaka
    18 Diduga Rayakan Velentine Day, 4 Muda Mudi Diamankan Satpol PP Dari Wisma
    19 Kunjungan Masyarakat ke MPP Pelayanan Adminduk Tembus 600 Per hari
    20 Menaker Tanggapi Soal Kecelakaan Kerja di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
    21 Maret, PSSI dan FIFA Tentukan 'Nasib' Stadion Utama Riau
    22 Duduk Lebih dari 8 Jam Tingkatkan Risiko Depresi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau