Kafein dalam kopi memang ampuh meningkatkan suasana hati. Namun, kebanyakan minum kopi bisa mem" />
 
 
Dampak Kebanyakan Minum Kopi: Cemas hingga Darah Tinggi
Selasa, 14-01-2020 - 15:45:17 WIB
Ilustrasi. Meski ampuh meningkatkan suasana hati, namun kebanyakan minum kopi bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
TERKAIT:
 
  • Dampak Kebanyakan Minum Kopi: Cemas hingga Darah Tinggi
  •  

    JAKARTA -- Kafein dalam kopi memang ampuh meningkatkan suasana hati. Namun, kebanyakan minum kopi bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

    Tak hanya pada kopi, kafein juga terdapat pada teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi.

    Beberapa penelitian menunjukkan, genetik berpengaruh terhadap tingkat toleransi tubuh terhadap efek samping kopi. Beberapa orang bisa mengonsumsi kopi sebanyak mungkin tanpa mengalami efek samping, beberapa orang lainnya tidak.

    Sifat stimulan pada kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Konsumsi terlalu banyak kopi juga akan menimbulkan perasaan cemas dan masih banyak lagi.

    Berikut mengutip Healthline, beberapa dampak minum kopi kebanyakan.

    1. Cemas
    Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan yang dapat berujung pada kecemasan dan rasa gelisah. American Psychiatric Association mencantumkan 'gangguan kecemasan yang disebabkan oleh kafein' dalam panduan diagnostik gangguan mental.

    Asupan harian sebanyak 1.000 miligram atau lebih dilaporkan dapat menimbulkan kegugupan, gelisah, napas pendek, dan peningkatan tingkat stres.

    Namun, sebagai informasi, kandungan kafein dalam setiap kopi sangat bervariasi. Sebagai referensi, kopi besar (grande) di salah satu gerai kopi ternama mengandung sekitar 330 miligram kafein.

    2. Masalah pencernaan
    Efek pencahar kopi memancing pelepasan gastrin. Nama terakhir merupakan hormon yang diproduksi lambung yang mempercepat aktivitas di usus besar.

    Selain itu, kafein juga diketahui dapat merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerakan peristaltik. Kondisi ini dapat menimbulkan buang air besar atau diare pada beberapa orang.

    Tak hanya itu, kopi juga dapat memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada beberapa orang.

    3. Kerusakan otot
    Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius di mana serat otot yang rusak memasuki aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal dan masalah kesehatan lainnya.

    Penyebab umum rhabdomyolysis di antaranya trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot, dan gigitan ular atau serangga beracun.

    Namun, beberapa laporan mengaitkan asupan kopi berlebih dengan rhabdomyolysis. Dalam sebuah kasus, seseorang akan mengalami mual, muntah, dan urine berwarna gelap setelah meminum 1 liter kopi yang mengandung sekitar 565 miligram kafein.

    4. Tekanan darah tinggi
    Kopi telah terbukti meningkatkan tekanan darah karena efek stimulan pada sistem saraf yang dimilikinya.

    Tekanan darah yang meningkat merupakan faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.

    Namun, efek kafein pada tekanan darah disebut hanya bersifat sementara. Dampak ini juga umumnya terjadi pada mereka yang tidak terbiasa minum kopi.

    5. Detak jantung cepat
    Efek stimulan dari asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat. Selain itu juga dapat menyebabkan irama detak jantung yang berubah-ubah atau yang dikenal dengan istilah fibrilasi atrium.

    Namun, perlu diketahui, efek samping ini tak terjadi pada semua orang. Beberapa orang dengan masalah jantung bahkan dapat mentolerir kafein tanpa efek samping.

    Sebuah studi terhadap 51 pasien gagal jantung yang mengonsumsi 100 miligram kafein per jam selama lima jam menemukan detak dan ritme jantung yang normal.

    6. Sering buang air kecil
    Meningkatkan intensitas buang air kecil menjadi salah satu efek samping asupan kopi berlebih. Hal ini disebabkan oleh efek stimulan kafein pada kandung kemih.

    Sebagian besar penelitian menemukan, efek ini lebih sering terjadi pada orang tua dan mereka yang memiliki kandung kemih yang terlalu aktif atau inkontinensia.

    Namun, Anda juga perlu berhati-hati. Asupan tinggi kafein juga dapat memicu munculnya inkontinensia pada orang dengan kandung kemih yang sehat.

    Untuk menghindari beberapa dampak kebanyakan minum kopi, minum lah sesuai batas. Mengutip Mayo Clinic, para peneliti sepakat, asupan kafein sebanyak 400 miligram dalam sehari cukup aman untuk kebanyakan orang dewasa. Angka itu setara dengan empat cangkir kopi. (CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Dampak Kebanyakan Minum Kopi: Cemas hingga Darah Tinggi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Virus Corona Menyebar Sampai Singapura
    02 Salah Egois Buat Minamino Gagal Cetak Gol untuk Liverpool
    03 Jet Prancis Incaran Prabowo Lebih Mahal dari Sukhoi Rusia
    04 18 Titik Panas Terpantau di Riau Hari Ini
    05 Tae Yong Tak Beri Target Timnas U-19 Lawan Tim dari Korsel
    06 Tito Karnavian Bisa Pecat Kepala Daerah yang Hambat Pilkada
    07 Disperindag Dorong PT SPP untuk Bangun KIT
    08 Ayat Janji Sampaikan Ke Walikota Insentif RT RW Diprioritaskan
    09 Milik Potensi Besar, UMKM Minta Dukungan Pemko Pekanbaru
    10 BKD Riau Tetapkan 27 Januari Ujian SKD CPNS
    11 WHO Belum Tentukan Virus Corona Darurat Kesehatan Global
    12 Pemain Timnas Indonesia U-19 Mulai Paham Metode Shin Tae Yong
    13 Ma'ruf Amin Pastikan Pemekaran Daerah Hanya Berlaku di Papua
    14 Tiga Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis
    15 Tekuk Australia, Korsel vs Arab Saudi di Final Piala Asia U23
    16 Mahfud MD Jelaskan Asal Usul Omnibus Law
    17 Kuota Elpiji 3 Kg Lebihi Jumlah Masyarakat Miskin di Pekanbaru
    18 Pemprov Riau Targetkan LKPj Gubernur dan LPPD 2019 Tuntas Maret Ini
    19 Salahi Aturan, Reklame Bando Mulai Dipotong
    20 Insentif Tidak Dibayarakan, RT RW Demo ke Kantor Walikota
    21 9 Meninggal, Peneliti China Sebut Virus Corona Bisa Bermutasi
    22 Timnas Indonesia U-19 Masih Fokus Perbaiki Fisik di Thailand
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau