Pemerintah tak akan memantau akun media sosial pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 terkait antisipas" />
 
 
Bukan Via Medsos, Peserta CPNS Radikal Disaring Lewat Soal
Jumat, 15-11-2019 - 22:26:58 WIB
Ilustrasi radikalisme dan media sosial. (REUTERS)
TERKAIT:
 
  • Bukan Via Medsos, Peserta CPNS Radikal Disaring Lewat Soal
  •  

    JAKARTA -- Pemerintah tak akan memantau akun media sosial pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 terkait antisipasi radikalisme. Penyaringan tahap awal akan dilakukan melalui Surat Keterangan Catatan kepolisian (SKCK) dan pertanyaan yang muncul dalam berbagai tahapan tes.

    Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Andi Rahadian mengatakan pemerintah tak berwenang memantau akun medsos para pelamar.

    "Kalau di tingkat pendaftaran itu secara umum paling kan SKCK itu," terang Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (15/11).

    Lagipula, kata Andi, para pelamar juga belum terikat selayaknya Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyebut aturan yang ada hanya soal pemantauan terhadap ASN. Misalnya, Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai penanganan radikalisme yang sebelumnya diteken sejumlah kementerian dan lembaga.

    "Itu (pemantauan medsos) mungkin kalau pelaksanaan juga agak sulit ya, karena SKB yang kami bentuk sendiri itu juga spesifik mengenai ASN, jadi bukan CPNS-nya," tutur Andi.

    "Kalau mereka (ASN) itu kan ada sumpah dan janji PNS. Lalu kalau mereka (ASN) juga terikat Panca Prasetya KORPRI," sambung dia lagi.

    Namun, pihaknya bakal menyisipkan pertanyaan khusus sejak Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk menyaring sejak awal calon pegawai berpaham radikal.

    "Di situ akan ada soal-soal apakah seorang calon itu terpapar radikalisme atau tidak," jelas Andi.

    Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menyebut upaya ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menilai tingkat radikalisme calon abdi negara.

    "Tes Wawasan Kebangsaan saya kira di situ juga bisa menyaring. Pada saat, misalnya, sudah masuk CPNS pun mereka akan selalu diawasi dan setiap CPNS akan melakukan latsar (pelatihan dasar). Dan semua itu akan membawa mereka untuk tidak terpapar radikalisme," kata Paryono saat ditemui CNNIndonesia.com di kantornya.

    Namun, ia mengaku tak tahu persentase pertanyaan terkait pengujian tingkat radikalisme pelamar. Kata Paryono, ketentuan itu dibahas khusus oleh anggota Konsorsium Perguruan Tinggi.

    "Ya kita tunggu saja soal itu seperti apa, karena kan yang membuat konsorsium," tutup dia.

    Pendaftaran Seleksi CPNS 2019 dimulai pada 11 November 2019 sampai 24 November 2019. Pendaftaran dilakukan secara online lewat situs resmi sscn.bkn.go.id.

    Pelamar akan mengikuti rangkaian tes mulai awal 2020. Para calon pegawai itu kemudian mengikuti computer assisted test (CAT) pada bulan Februari dan dilanjutkan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada Maret. (CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Bukan Via Medsos, Peserta CPNS Radikal Disaring Lewat Soal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BLK Pekanbaru dan Dumai Akan Dikelola Pusat
    02 Tuan MT Kasus Positif Ke 239 Covid 19 Riau Asal Pekanbaru
    03 Waspadai OTG, Ini Yang Harus Dilakukan Agar Tak Tertular Corona
    04 Distakan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup
    05 Hasil La Liga Spanyol: Madrid Menang 2-0 atas Alaves
    06 Kasus Corona Naik, Doni Monardo Minta Pemda Perketat Wilayah
    07 Titik Panas Kembali Terpantau Nihil Pagi Ini
    08 Rossi Disebut Bakal Jalani Kontrak Setahun dengan Petronas
    09 Doni Sebut Tak Masalah Corona Naik Asal Kematian Rendah
    10 DPMPTSP Terbitkan 70 Izin Pelaku Usaha Pasca Covid-19
    11 Masyarakat Apresiasi Pejuang Pemadam Karhutla Riau
    12 Direktorat Narkoba Polda Riau Ringkus 2 Pelaku Dan Sita 15,8 Kg Sabu
    13 Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Riau Launching Jaga Kampung
    14 3 Cara Agar CV Lamaran Kerja Menarik Perhatian HRD
    15 Aturan Main Drawing Perempat Final Liga Champions
    16 Jokowi Teken Perpres Baru soal Kartu Prakerja
    17 Titik Api Nihil, Beberapa Wilayah di Riau Masih Akan Hujan.
    18 Shin Tae Yong Pastikan Datang ke Indonesia
    19 Komisi V DPR RI Apresiasi Perjuangan Gubri Untuk Bangun Riau
    20 Antisipasi Karhutla, BPPT Sudah Dua Kali Lakukan Modifikasi Cuaca di Riau
    21 Evaluasi APBD 2020, Penanganan Covid-19 dan Kerjasama Pihak Ketiga Jadi Perhatian
    22 Hasil Swab Pegawai Negatif, Layanan Kantor Disdukcapil Kembali Buka
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau