Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mengkaji ulang konsep pengelolaan sistem rekapitulasi elektronik (e-r" />
 
 
Pimpinan Divonis Langgar Etik, KPU Diminta Evaluasi Situng
Sabtu, 12-10-2019 - 11:33:00 WIB
Petugas Situng di Pemilu 2019.
TERKAIT:
 
  • Pimpinan Divonis Langgar Etik, KPU Diminta Evaluasi Situng
  •  

    JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mengkaji ulang konsep pengelolaan sistem rekapitulasi elektronik (e-rekap) yang diterapkan lewat Sistem Perhitungan Suara (Situng) Pemilu 2019.

    Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan evaluasi e-rekap jadi penting setelah putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menyatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra melanggar kode etik terkait pengoperasian Situng.

    Terlebih lagi, kata Titi, KPU berencana membuat proyek percontohan (pilot project) penerapan e-rekap pada Pilkada Serentak 2020.

    "Saya kira juga penting mendengar para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi permasalahan secara lebih utuh. Sehingga di Pilkada mereka tidak lagi harus berhadapan dengan persoalan-persoalan seperti ini," kata Titi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/10).

    Titi berkata KPU juga harus belajar dari beberapa putusan DKPP lainnya. Sebab selain putusan terkait Situng, DKPP juga pernah memutus dua komisioner melanggar etik.

    Pada Rabu (10/7), DKPP memutus Komisioner Ilham bersalah dalam kasus pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari Partai Hanura Sisca Dewi. Kemudian DKPP memerintahkan Ilham dicopot dari jabatan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik KPU RI.

    Pada hari yang sama, DKPP memberi teguran keras pada Komisioner KPU Evi Novida Ginting dan Wahyu Setiawan. Lima komisioner lainnya juga mendapat teguran. Evi pun dicopot dari jabatannnya sebagai Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Diklat dan Litbang.

    Titi berucap evaluasi dibutuhkan agar kerja KPU ke depan tidak terhambat pelanggaran kode etik yang muncul karena ketidaksengajaan pimpinan.

    Menurutnya, bisa saja KPU tak merasa bersalah dalam menerapkan kebijakan. Karenanya butuh pengkajian ulang dan masukan dari pihak eksternal.

    "Jadi putusan DKPP mestinya dianggap sebagai sebuah evaluasi, bagian dari evaluasi internal untuk memperkuat kelembagaan KPU," tutur dia.

    Sebelumnya, DKPP menyatakan Komisioner KPU Ilham Saputra melanggar kode etik terkait pengoperasian Sistem Perhitungan Suara (Situng) Pemilu 2019.

    Ilham yang saat Pemilu 2019 membawahi Divisi Teknis KPU dinilai bertanggung jawab secara etik terkait kesalahan input data Situng.

    "Namun menurut DKPP, keakuratan input data sesuai dengan pindai salinan form C1 yang berbasis pada teknologi informasi merupakan kewajiban etik para teradu dalam memberikan layanan dan sajian informasi yang baik terhadap masyarakat guna menghindari syak wasangka yang dapat mereduksi kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu," kata Anggota DKPP Ida Budhiati dalam sidang, Rabu (9/10). (CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Pimpinan Divonis Langgar Etik, KPU Diminta Evaluasi Situng
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mengenal Financial Fair Play, Regulasi yang Dilanggar City
    02 Survei Sebut Kepuasan Publik ke Ma'ruf Tak Sampai 50 Persen
    03 Alasan Geisha Panama Jadi Kopi Termahal di Dunia
    04 Indonesia Juara BATC 2020 Usai Hajar Malaysia 3-1
    05 Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau Sumatera di Inhu
    06 Berisiko Kanker, FDA Tarik Obat Pelangsing Belviq
    07 Semifinal BATC 2020, Kevin Ulangi Aksi Tengil
    08 Bosscha Bantah Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi 15 Februari
    09 Pembangunan Alih Fungsi Terowongan Flyover SKA, Dishub Kerjasama dengan Swasta
    10 Polsek SKP Pasang Spanduk Larangan Nyentrum dan Meracun Ikan di Sungai Siak
    11 Wakil Walikota Resmikan Warung Wakaf
    12 Mengulik Alasan Virus Corona Belum Masuk ke Indonesia
    13 Shin Tae Yong Ungkap Target Seleksi Timnas Indonesia
    14 Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Lebih dari 1.500 Orang
    15 Hujan Masih Akan Guyur Beberapa Wilayah di Riau Hingga Malam Hari
    16 Kapolda Riau Diskusi Soal Prediksi Karhutla 2020 Bersama Ahli Dari Perguruaan Tinggi dan Stakeholder
    17 Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Jambret di Jalan Cempaka
    18 Diduga Rayakan Velentine Day, 4 Muda Mudi Diamankan Satpol PP Dari Wisma
    19 Kunjungan Masyarakat ke MPP Pelayanan Adminduk Tembus 600 Per hari
    20 Menaker Tanggapi Soal Kecelakaan Kerja di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
    21 Maret, PSSI dan FIFA Tentukan 'Nasib' Stadion Utama Riau
    22 Duduk Lebih dari 8 Jam Tingkatkan Risiko Depresi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau