Buletinsatu


Belum selesai kasus impor 280 senjata, dan lebih dari 5.000 amunisi yang ditahan di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, kembali otoritas keamanan menahan senjata api, air soft gan, amunisi, dan peralatan militer lainnya, di Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Dari informasi yang diterima rilis.id, Rabu (4/10/2017), dua koli senjata api tiba pukul 08.45 WIB di Terminal Kargo Bandara Fatmawati.

 "Sebanyak 10 koli via Pesawat Garuda No. 296 milik Sdr.  Adi Darmawanto di Bengkulu dengan alamat Jalan Glatik Atas No. 30 RT/10 RW 09 Bengkulu," tulis laporan tersebut.

Otoritas setempat menyatakan, barang tersebut dikirim oleh BNN RI di Jalan MT Haryono No.11 Cawang, Jakarta. Berdasarkan hasil pemindaian Xtray Bandara Fatmawati Bengkulu 2 koli dari 10 koli tersebut diduga berisi senjata api.

"Sampai saat ini barang sedang ditahan Kasrem 041/Gamas bersama Danlanal Bengkulu di Terminal Kargo Bandara Fatmawati Bengkulu," terangnya seperti dikutip dari rilis.id

kumparan pada Rabu (4/10) mengonfirmasi ke Kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Nugroho Aji. Lewat sambungan telepon, Nugroho memberi penjelasan.

"Itu semua senjata resmi, ada surat dan dokumennya," terang Nugroho.

Menurut Nugroho, pengiriman senjata kaliber 22 itu dilakukan BNN pusat dan memang atas permintaan BNNP Bengkulu.

"Tidak ada jenis AK-47 dan Minimi. Itu kaliber 22, pengirimannya juga dikawal empat orang BNN," beber dia seperti dikutip dari kumparan

Nugroho melanjutkan, pengiriman senjata itu memang sempat diperiksa instansi lain. Tapi menurutnya tak mengapa dan hal yang wajar.

"Ini kan dikirimnya dengan Garuda, ini resmi pengiriman dari Bandara Soekarno-Hatta," tegas dia.
Selain senjata api kaliber 22, ada juga rompi, kemudian sarung pistol, dan lainnya.
"Ini senjata resmi untuk tugas kami," tutup dia.(buletinsatu.com/rilis/kumparan)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.