Buletinsatu

Biadab, Bocah 7 Tahun Diperkosa, Ditemukan Dalam Keadaan Mengenaskan

Warga Jayapura khususnya Tanah Hitam Kelurahan Asano Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua digegerkan dengan penemuan anak kecil sebut saja Mawar (7 tahun)  yang mengaku telah diperkosa orang tak dikenal.

Warga yang menemukan lantas melarikannya ke RSUD Abepura.
Kejadian ini bermula saat saksi Daniel Bemei (19 tahun) melihat korban keluar dari semak-semak dalam keadaan memprihatinkan.

“Setelah dia keluar dari dalam hutan dan ketemu saya di depan rumah, saya tanya kenapa, jawabnya diitukan sama orang gila,” ungkap Daniel, Sabtu (7/10).

Setelah saksi dan warga menanyakan lebih lanjut, korban jatuh pingsan sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Abepura AKP, James Tegai ketika dikonfirmasi membenarkan  kejadian pemerkosaan anak dibawah umur tersebut.

“Iya betul ada kasus dugaan pemerkosaan anak dibawah umur, tapi masih dalam penyelidikan, pihak rumah sakit juga akan memeriksa lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Kata dia, korban yang masih dibawah umur tersebut hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan, dia masih trauma, apa lagi kan masih anak-anak,” ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, korban Mawar ketika ditemukan dalam keadaan mengenaskan dan mengalami pendarahan di bagian kemaluan

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofha Kamal membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut, dan telah ditangani oleh pihak Polres Jayapura Kota.

Menurut Kombes Kamal, pihak Kepolisian dari Polsekta Abepura, yang mendapatkan laporan tersebut, selanjutnya mendatangi lokasi korban ditemukan, dan mengambil keterangan para saksi - saksi dan mengecek keadaan korban di RSUD Abepura

Dari informasi sementara, korban tinggal bersama neneknya di Distrik Abepura, Kota Jayapura karena kedua orang tuanya telah bercerai.

Sementara itu, Angraimun Arwam, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Papua, mengecam keras kasus tersebut, menurut Angra (panggilan akrab) pihaknya berharap pihak Kepolisian segera menangkap pelaku pemerkosaan tersebut.

Angra menegaskan, pelaku juga harus dihukum berat atas perbuatan biadab yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tersebut.(buletinsatu.com/tribunews/wartakini)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.