Buletinsatu

Polri Tegaskan Tak Punya Senjata Anti Tank, S Prabowo: Apa iya, ini Bukan Senjata Anti Tank?

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menanggapi pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal senjata.

Menurut Setyo, Polri memang tidak pernah berencana membeli senjata yang bisa menembak tank, pesawat, atau kapal.
 Menurutnya, spesifikasi senjata dibeli Polri hanya berfungsi untuk melumpuhkan orang.

“Kami ada perspektif sendiri, polisi itu ada spesifikasi teknis, yang digunakan adalah senjata untuk melumpuhkan," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/9) seperti dikutip dari CNNIndonesia

Ia menegaskan, tidak ada senjata yang dimiliki Polri yang bisa digunakan untuk menembak kapal, tank, atau pesawat atau sesuai dengan spesifikasi militer.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyampaikan bahwa anak buahnya di satuan polisi lalu lintas (polantas) dan samapta bhayangkara (sabhara) akan dibekali dengan senjata api dalam waktu dekat.

Tito menuturkan, PT Pindad belum dapat memenuhi total senjata api jenis G2 kebutuhan Polri yang diperkirakan sekitar 20.000 unit. Menurutnya, PT Pindad hanya memiliki stok sekitar 5.000 unit saat ini.

Jenderal polisi bintang empat itu pun mengatakan, kekurangan senjata api itu akan diatasi dengan membeli produk luar negeri yang memiliki harga setara produk PT Pindad.

Pernyataan Polri tidak ada senjata yang dimiliki Polri yang bisa digunakan untuk menembak kapal, tank, atau pesawat atau sesuai dengan spesifikasi militer dipertanyakan oleh  LetJen J. Suryo Prabowo. Melalui unggahan video pendek pada akun twitternya  LetJen J. Suryo Prabowo mempertanyakan kebenaran pernyataan Polri tersebut.

Dalam video yang pernah diunggah di channel youtube pada tahun 2016 lalu ini, nampak beberapa prajurit Brimob berlatih menggunakan senjata.

Seorang netizen menanggapi cuitan tersebut dan menuliskan bahwa senjata tersebut adalah pelontar granat, bukan senjata anti tank. Senjata itu lazim digunakan resimen pelopor Brimob.

Menanggapi tudingan itu, LetJen (Pur) Suryo Prabowo pun menjawab dengan tegas.

"saya tau persis itu bkn sekedar pelontar granat" menjawab  menjawab pertanyaan tersebut.

Berikut Vidio unggahan Letjend Purn Suryo Prabowo tersebut:

Unggahan oleh Jendral S. Prabowo  September 26, 2017 itu pun sontak membuat netizen geger dan bercuit ramai.





Sebelumnya melalui rekaman yang beredar, Gatot menyatakan menyerbu institusi nonmiliter yang ingin memiliki senjata yang sama dengan spesifikasi TNI.

Baca : Mengurai Pernyataan Panglima TNI, Media Hankam: Senjata Ilegal Tersebut Ternyata Jenis ANTI-MATERIAL

"Bahkan polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, dan bisa menembak pesawat, dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada," kata Gatot.

Rekaman tersebut diakui Gatot sebagai suaranya. Pernyataan disampaikannya saat memberi sambutan dalam acara Silaturahmi Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (22/9) lalu.

"Iya itu benar, (omongan) itu ketika saya sampaikan di depan Purnawirawan,” katanya.

Namun ia mengingatkan, pernyataan itu disampaikan bukan dalam sebuah jumpa pers sehingga ia enggan menanggapi lebih jauh pernyataannya itu.

Terkait pernyataan itu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sudah angkat suara. Ia meluruskan bahwa senjata yang dimaksud bukan berjumlah 5.000 tapi 500. Senjata jenis laras pendek itu dipesan dari PT Pindad untuk kepentingan pendidikan intelijen yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN).(buletinsatu.com/cnn.J.Suryo Prabowo)

Sumber: Twitter Letjend Suryo Prabowo
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.