Buletinsatu

Putra Sulung Dituduh Bisnis Narkoba, Duterte: Bunuh Jika Terbukti

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan akan membunuh anaknya, Paolo Duterte, jika terbukti terlibat perdagangan narkoba seperti yang dituduhkan selama ini. "Saya katakan jika anak-anak saya terlibat dalam bisnis obat terlarang, bunuh mereka agar orang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi," kata Duterte di hadapan pegawai pemerintah di Itana Kepresidenan di Manila, Rabu malam, 20 September 2017.

Paolo Duterte, 42 tahun, dituding oleh politisi oposisi telah menjadi bagian dari kelompok kriminal Triad Cina. Kelompok ini diduga membantu menyelundupkan narkoba jenis meth kristal ke Filipina.

Presiden Duterte lantas mengulangi pernyataannya saat kampanye pemilihan umum tahun lalu. Ia mengatakan bahwa tidak ada anak-anaknya yang terlibat dalam narkoba, namun mereka akan menghadapi hukuman paling keras jika melakukannya.

Duterte mengulangi sumpah ini di tengah tuduhan Senator Antonio Trillanes IV, yang menyebut Paolo Duterte merupakan bagian dari penyelundup obat-obatan terlarang atau narkoba dari Cina.


"Jadi saya memberi tahu Paolo bahwa perintah saya adalah membunuhnya jika tertangkap, dan saya akan melindungi polisi yang membunuhnya, jika memang benar," kata Duterte, seperti dilansir ABS CBN News pada Kamis, 21 September 2017.

Duterte, 72 tahun, memenangkan pemilihan presiden setelah menjanjikan sebuah kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya. Janji itu adalah memberantas obat-obatan terlarang di masyarakat dengan membunuh 100 ribu pedagang dan pecandu narkoba.

Sejak memerintah pada pertengahan tahun lalu, polisi Filipina melaporkan lebih dari 3.800 orang terbunuh dalam operasi anti-narkoba.

Paolo dituduh membantu menyelundupkan narkoba dalam sidang dengar pendapat senat pada 7 September 2017. Salah buktinya adalah Paolo memiliki tato persis dengan lambang mafia Triad.

Paolo dihadapkan ke Senat untuk mempertanggungjawabkan tuduhan terlibat dalam penyelundupan narkotika senilai US$ 125 juta dari Cina atau setara Rp 1,6 triliun.

Senator Trillanes juga menuduh bahwa Paolo dan saudara iparnya, pengacara Manases Carpio, suami dari Wali Kota Davao Sara Duterte, memiliki lebih ratusan juta peso di rekening bank. Uang itu diduga didapat secara ilegal dengan melakukan bisnis haram narkoba.

Triad adalah organisasi kriminal transnasional yang berbasis di Cina, Singapura, Taiwan, dan negara-negara lain yang memiliki diaspora Cina yang besar. Kelompok ini telah dikaitkan dengan transaksi perdagangan manusia dan senjata.

Paolo Duterte mengakui bahwa ia memiliki tato, tapi menolak menunjukkannya. Tudingan terhadap Paolo terjadi di tengah kritikan terhadap kampanye Rodrigo Duterte untuk melawan narkoba. Paolo membantah terlibat dalam perdagangan narkoba.(buletinsatu.com/tempo)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.