Buletinsatu

Polisi Bidik Penebar Hoaks Penyebab Kerusuhan di YLBHI

Polisi masih mengusut kerusuhan yang terjadi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad (17/9) malam hingga Senin (18/9) dini hari WIB. Saat ini, polisi masih memburu dalang penyebab kerusuhan itu.

"Masih kami selidiki ya dalangnya, kita tunggu saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/9).

Polisi, lanjut Argo, juga tengah menyelidiki khususnya penyebar berita hoax berupa pesan lanjutan atau broadcast yang menyebut ada kegiatan berbau PKI di YLBHI. Diduga, pesan tersebu memicu massa begerak mengepung dan bertindak anarkis di kantor YLBHI.

"Itu sama juga. Broadcast itu kan kami belum tahu, itu broadcast lama apa broadcast baru, atau terindikasi untuk provokasi, sedang kami selidiki," ujar Argo.

Namun hingga saat ini, polisi belum menemukan titik terang terkait siapa penyebar berita hoax tersebut. "Belum (ada titik terang), masih dalam penyelidikan," ucap Argo.

Adapun bunyi pesan yang diduga menjadi penyebab timbulnya kerusuhan massa tersebut berikut ini:

"Aksi mahasiswa dan pemuda anti-komunis saat ini sedang melakukan aksi demo di depan gedung YLBHI Jakarta. Setelah dibubarkan secara paksa seminar pro PKI kemarin oleh polisi sekarang mereka melaksanakan lagi kegiatan yang sama dalam bentuk menyanyikan lagu genjer genjer yang merupakan lagu kebanggaan komunis dan lagu komunis lainnya, kawan kawan aktivis kami di sini kalah jumlah dengan peserta dan kepolisian, dengan ini saya mengajak kawan kawan agar sekarang segera ke Kantor LBH Jakarta untuk bergabung dalam aksi kami lawan bersama komunis, sekian hormat saya Rahmat Himran, koordinator."(buletinsatu.com/arya/republika)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.