Buletinsatu

Pemilik Situs Cabul Lelang Keperawanan Ternyata Pendukung Komunis (PKI) Penganut SYIAH

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bakal memanggil pemilik lelang "keperawanan" situs nikahsirri.com.

"KPAI mengutuk keras modus seperti ini karena berdampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak," tegasnya.

Info yang beredar, akun membuka layanan lelang keperawanan untuk kawin siri dan kontrak dengan syarat utama usia 14 tahun ke atas.Padahal 14 tahun, masih usia anak yang wajib mendapatkan proteksi maksimal.
Modus pelacuran seperti ini sebenar modus lama, tetapi diperbaharui melalui sosial media dengan beragam bumbu tipuan.Orang awan yang jauh dari segi agama akan mudah termakan tipuan seperti ini.
Ai Maryati Solihah yang membidangi Trafficking dan Eksploitasi di KPAI menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengecek alamat AW dan kebenaran akun Partai Ponsel agar proses penyelidikan lebih cepat.

Belakangan terungkap ternyata pemilik situs “lelang  keperawanan” nikahsirri adalah pendukung Komunis atau PKI dan diduga penganut  ajaran sesat SYIAH.

Hal ini diketahui setelah ditemui dipostingan akun facebook pemilik situs nikahsirri  Aris Wahyudi berupa puji-pujian dan dukungan penuh terhadap ideologi komunis untuk bangkit lagi di indonesia.Aris sangat mendukung Iindonesia menjadi negara komonis dan mempertanyakan kenapa masyarakat indonesia menolak indonesia menjadi negara komunis.

 “Rakyat menginnginkan para caleg,cabup,cawalko,cagub dan capres terpilih bisa melaksanakan program pendidikan gratis, kesehatan gratis, perumahan gratis dan gratis-gratis lainnya... namun kenapa menolak indonesia jadi negara komunis? ,padahal di negara komunis pendidikan,perumahan,kesehatan dll, itu serba gratis” ungkap aris pada akun facebooknya 24 Februari 2017.

Informasi tentang pemilik  porno nikahsirri ini diungkap oleh akun bernama  Mustofa Nahrawardaya melalui twitter.

“INI membuktikan bahwa Survey saya benar adanya.”  Tegas @NetizenTofa  dengan menyertakan berupa bukti postingan aris pada akun facebooknya.

Berikut hasil diskusi salah satu netizen bernama Jamhari dengan Aris Wahyudi sang pemilik situs cabul atau porno nikahsirri :


“MELACURKAN DIRI ITU IBADAH, BENARKAH??

Selfie dan diskusi dengan ketua umum Partai Ponsel Bapak Aris Wahyudi, di Gedung Juang 45 (19/9/17.
Aris Wahyudi telah meluncurkan program "Nikahsirri & Lelang Perawan". Program ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan melelang perawan kepada kaum berduit atau nikah sirri bagi Janda.
Jadi bila ada Perawan atau Janda tapi miskin yang memerlukan penghasilan hingga ratusan juta rupiah bisa mengikuti program tersebut. Dalam kontraknya nanti bisa diatur waktunya apa hanya 1, 2, 3 hari atau mingguan atau juga bisa bulanan sesuai kemampuan financial calon mempelai.
Tempat pelampiasan nafsu juga boleh pilih bisa di Hotel, Kost, Mall, Rumah dan sebagainya. Nikah sirri alias kawin kontrak & lelang perawan ini juga akan disosialisasikan bahwa sangat bermanfaat bagi mahasiswi untuk memperlancar biaya kuliah, "ucap" Aris.
Aris juga mengatakan, Partai Ponsel akan menjaga Kerahasian bagi Gadis yang telah menjual keperawanannya atau Janda yang nikah kontrak tidak terpublikasi ke publik, dan program ini adalah halal menurut islam asal mematuhi aturan kami.
Adapun syarat mengikuti program nikahsirri & lelang perawan adalah; orang islam, sudah bahgliq (14 tahun keatas). Program ini juga berlaku bagi Duda atau bujangan untuk melayani Tante2 Girang.
Nah.., para sahabatku yang ingin lebih tau mendalam tentang diskusi Saya dengan Lelaki yang di duka penganut syiah ini, silahkan tanya dan kami siap menjawab sesuai obrolan kami dengan lelaki tersebut. ingat! hanya pertanyan terkait yang akan saya jawab.”


 (buletinsatu.com/arya)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.