Buletinsatu

Massa Pendukung Tersangka Korupsi Novanto Membludak, Polisi Tambah Personel Penjagaan

Sidang praperadilan yang diajukan tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto melawan Komisi Pemberantasan Korupsi, hari ini (22/9) kembali digelar. Agendanya adalah jawaban pihak termohon atas gugatan yang diajukan pemohon.

Dalam mengawal jalannya sidang, jajaran kepolisian menambahkan jumlah personelnya. Polisi akan bersiaga di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Pasar Minggu.

Kepala Polsek Pasar Minggu Kompol Harsono mengatakan, penambahan dikarenakan jumlah massa yang berunjuk rasa di depan kantor PN Jaksel juga bertambah. "Memang ada penambahan dari mereka (massa), maka kami tambah juga," terangnya di lokasi.

Untuk mengawal jalannya proses persidangan ini, total personel yang diturunkan sebanyak 230 orang. Jumlah itu kata dia bertambah dibandingkan Selasa pekan lalu yang hanya ada 120 orang dan Rabu ada 110 orang.

Untuk massa yang mengawal sidang kata dia berjumlah 200 lebih. Namun dia belum bisa memastikan berapa total jumlahnya.

Pantauan di lokasi, depan Gedung PN Jaksel sudah ramai oleh massa yang berunjuk rasa dari organisasi sayap partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) selaku pendukung Setya Novanto.

Sementara itu, Harsono menuturkan akan ada pula aksi unjuk rasa dari massa pendukung KPK. "Kami antisipasi agar dua kubu ini tidak ketemu. Biar aman saja," ujarnya.

Diketahui Setya Novanto mendaftarkan gugatan pada Senin, 4 September 2017. Ketua DPR itu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Juli 2017 karena diduga korupsi dalam proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.(buletinsatu.com/jawapos)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.