Buletinsatu

IPW: Polri Harus Jelaskan 280 Senjata Impor yang Tertahan di Bandara Soetta

Polri perlu menjelaskan dengan transparan mengenai kabar tentang adanya 280 pucuk senjata dan sekitar 6.000 butir peluru milik Brimob yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten.

Dari informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW), senjata dan amunisi itu dipasok PT MDM dari luar negeri yang diduga dari Rusia. Polri perlu menjelaskan, apakah senjata dan amunisi ini bagian dari rencana Polri untuk membeli 20.000 pucuk senjata api atau bukan.

Baca: GEGER, Inikah Maksud Panglima?, Telah Masuk Senjata Impor Seperti Senjata Angkatan Perang

"Semula rencana pembelian senjata api tersebut sempat dipersoalkan Panglima TNI, dengan menyebutkan senjata yang akan dibeli itu jenis SS. Namun, Polri kemudian menjelaskan, senjata yang akan dibeli itu bukan jenis SS, melainkan jenis MAG 4. Sebanyak 5.000 pucuk dibeli dari Pindad dan 15. 000 pucuk lainnya dibeli dari luar neger," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SP, Sabtu (30/9) siang seperti dikutip dari beritasatu.com

Menurut Neta, otoritas Polri belum menjelaskan siapa yang memasok senjata itu dan dari negara mana senjata itu dibeli. Hanya disebutkan senjata itu, lanjut Neta, untuk Polantas dan Shabara. Namun, dari informasi yang diperoleh IPW, senjata yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta itu jenis SAGL untuk Korps Brimob.

Dikatakan, untuk menghindari kesimpangsiuran, maka Polri perlu menjelaskan, apakah senjata yang tertahan di bandara itu berbeda dengan senjata yang hendak dibeli dari luar negeri yakni sebanyak 15.000 pucuk atau tidak. Penjelasan ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi yang merugikan Polri.

Senjata MAG 4 dibeli Polri dengan APBN 2017 dan DPR sudah menyetujuinya untuk 20.000 puncuk. Polri memang membutuhkan senjata api karena sebagian besar senjata api yang dipegang personelnya tergolong senjata tua dan sebagian hasil kanibal. Namun, diharapkan senjata yang digunakan Polri adalah untuk melumpuhkan para pelaku kejahatan dan tidak memiliki spek yang sama dengan senjata TNI agar tidak muncul komplain atau protes dari kalangan militer.

Senjata impor tersebut diduga merupakan standar senjata militer,Berikut kabar di media sosial spesifikasi senjata impor yang tertahan di bandara soetta

Ada pun data barang tersebut di antaranya;
1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box) dengan berat total 2.212 kg.
2. Amunition Castior 40 mm, 40 x 46 mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade. Dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg seperti dikutip dari TRIBUNEWS.COM

Saat ini Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang enggan memberikan keterangan secara detail terkait hal ini.(buletinsatu.com/beritasatu/tribunews)
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.