Buletinsatu

Heboh, Netizen Pertanyakan Akun Div Humas Polri Tulis G30S tanpa PKI

Akun resmi facebook Divisi Humas Polri kembali jadi sorotan publik netizen atau warganet. Kali apa yang di tulis akun  Divisi Humas Polri terkait peristiwa sejarah G30S/PKI menuai kontroversial dikalangan netzien.

Dalam postiangnnya pada 26 September 2017 kemarin, akun Div Humas Polri memposting tentang sosok sanksi hidup pelaku sejarah bangsa Indonesia yaitu Ajun Komisaris Besar Polisi (Purn.) Soekitman , seorang polisi yang ikut diculik dalam peristiwa pemberontakan G30S/PKI.

Tapi yang jadi sorotan publik warganet adalah  postingan Div Humas Polri yang tidak mencantumkan secara lengkap G30S PKI .Dalam potingan tersebut tulisan PKI atau Komunis sengaja di hilangkan dan hanya ditulis G30S saja.

Berikut postingan Divisi Humas Polri:

"Pada 30 September 1965 di malam hari, Sukitman sedang menjalankan tugas patroli. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan diikuti rentetan letusan senjata. Ia bergegas menghampiri sumber suara dengan sepeda kumbangnya (hadiah bagi polisi berprestasi) ke arah kediaman Brigadir Jenderal D.I Panjaitan. Namun, sekelompok orang menghadang dan menculiknya.
Agen Polisi Tingkat II Sukitman ikut dibawa ke Lubang Buaya dan menjadi salah satu saksi penculikan dan pembunuhan beberapa pemimpin TNI dalam Peristiwa G30S.
(Sumber : Museum Polri)"

Selengkapnya disini : https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/1869016686460512

Berikut sosok Soekiman yang diambil dari wikipedia:

Ajun Komisaris Besar Polisi (Purn.) Soekitman (lahir di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat , 30 Maret 1943 – meninggal di , Depok, Jawa Barat , 13
Agustus 2007 pada umur 64 tahun) adalah saksi sejarah terjadinya Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia G30S/PKI dan penemu lokasi pembuangan jenazah para jenderal Pahlawan Revolusi Lubang Buaya, Jakarta Timur.Selengkanya (Baca : Kisah AKBP Sukitman Lolos dari Maut G30s/PKI, Bongkar Kebohongan Sukmawati)

Soekitman terakhir berdinas di kepolisian selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Regiden Polda Metro Jaya, dan pensiun pada 1998.

Sontak unggahan postingan Div Humas Polri yang menghilangkan kata PKI menjadi pertanyaan publik.Tulisan yang diunggah oleh akun Div Humas Polri sama dengan apa yang tulis oleh media anti Islam MetroTV.

Jika tulisan itu dibuat oleh media anti Islam seperti Metrotv publik masih bisa terima karena memang Metrotv media terburuk dalam sejarah media indonesia.Apalagi media ini diduga media kaki tangan asing yang sangat benci dengan islam.

Namun sangat disayangkan hal itu dilakukan oleh isntitusi resmi pemerintahan seperti Div Humas Polri.
Apa maksud institusi resmi pemerintahan sekelas Div Humas Polri menghilangkan kata PKI dalam tulisannya dengan hanya menulis G30S saja?.(Baca: Bukti Kekejaman PKI dari Masa ke Masa)

Di kolom komentar postingan Div Humas Polri terlihat riuh netizen mempertanyakan kenapa Div Humas Polri sengaja menghilangkan kata PKI:

"PKI nya mana min.." tanya Adi Nata.

"Kok cuman G 30 S aja?????... gerakan apa itu???...." komen Dendy Wibowo.

"G30SPKI (GERAKAN 30 SEPTEMBER PARTAI KOMUNIS INDONESIA) INGAT ITU SELALU KOMANDAN!!!" ujar Aidi.

"Serius nih akun resmi divisi humas polri?
Sejak kapan penulisan G/30S/PKI.........dihilangkan PKInya?
G/30S/PKI artinya gerakan 30 september yang didalangi oleh PKI.
klo akun resmi milik divisi humas polri saja sudah menghilangkan PKI sebagai dalang gerakan 30 september itu apa kata dunia?" komen Wendra Hamid.







Postingan Div Humas Polri ini mendapat ribuan komentar.


sumber: akun Div Humas Polri
loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.