Buletinsatu

Eks Kasum TNI Letjen J Suryo Prabowo: Untuk Apa Polisi Impor Senjata Standar Militer?

Lini masa sosial media hari ini, Sabtu (30/9/2017), dihebohkan dengan laporan adanya kedatangan impor senjata yang sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta dinihari tadi.Senjata api impor berikut amunisinya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Jumat (30/9/2017) malam.
Dari data yang dihimpun, senjata serta amunisi ini diimpor oleh PT Mustika Duta Mas dan akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

Baca: GEGER, Inikah Maksud Panglima?, Telah Masuk Senjata Impor Seperti Senjata Angkatan Perang

Ada pun data barang tersebut di antaranya;
1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box) dengan berat total 2.212 kg.
2. Amunition Castior 40 mm, 40 x 46 mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade. Dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg seperti dikutip dari TRIBUNEWS.COM

Terkiat hal itu, mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo menanyakan untuk apa institusi polri memasok senjata standar militer dari luare negeri?

Berikut selengkapnya pernyataan Letjen (Purn) Suryo Prabowo yang diposting di akun facebooknya, Sabtu (30/9/2017):

Heboh SENJATA API

Ada pemberitaan .....
bahwa dalam silaturahmi dengan para Purnawirawan TNI, Panglima TNI menyampaikan adanya institusi selain TNI dan Polri yang (mencatut nama presiden) berencana memasukkan 5.000 pucuk (pck) senjata api, tetapi TELAH DAPAT DICEGAH.

Masyarakat jadi heboh, dan menduga-duga institusi mana yang terlibat. Lalu Menkopolhukam memcoba menjampaikan klarifikasi, tetapi justru membuat blunder karena berbeda jumlah.
Masalah klarifikasi 5.000 pck belum jelas, muncul video tentang anggota Polri/Brimob sedang berlatih menembak senjata Roket Anti Tank (RPG) buatan blok timur. Humas Polri membantah bahwa itu dilakukan dijaman sebelum reformasi (1998). Masyarakat menjadi semakin tidak percaya karena video itu dibuat dengan menggunakan HP, dan dipastikan sebelum tahun 1998 belum ada HP yang bisa difungsikan sebagai kamera foto.

Baca: IPW: Polri Harus Jelaskan 280 Senjata Impor yang Tertahan di Bandara Soetta

Kehebohan menjadi semakin heboh ketika hari ini (30/9) beredar luas diberbagai media sosial berita (dilengkapi foto) tentang adanya kiriman 280 pck senjata pelontar granat dan 5.932 granat tajam (high explosive fragmentation jumpgrenade/HEFJ) yang dipesan Brimob dari Bulgaria.

Pertanyaannya kemudian adalah : (1) mengapa Brimob memasukan senjata standar militer yang mematikan seperti itu ; (2) mengapa senjata standar militer yang bisa dibuat di dalam negeri koq harus dibeli dari negara blok timur; (3) mengapa dokumen dan proses senjata militer yang dibeli Polri bisa viral di medsos; (4) apakah ini bagian dari rencana pembelian 5.000 pck senjata dari luar negeri yang semula telah digagalkan TNI.
Sepertinya bukan. Lalu ..... (5) siapa dibalik kehebohan ini dan mengapa ?
Kalau sudah seperti ini, siapa sih yang bisa dipercaya menghentikan kehebohan ini ?.(buletinsatu.com/FB/tribunews)

loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.