Buletinsatu

Ilustration

BULETINSATU.COM, DOGIYAI,--Di Kabupaten Dogiyai, Papua dilarang berjualan pada hari Minggu selama setengah hari. Mulai pukul 06:00 WIT pagi hingga pukul 14:00 WIT demi menghargai umat beragama yang sedang beribadah. 

“Kami larang untuk orang asli Papua dan pedagang non-Papua jualan selama setengah hari di hari Minggu. Supaya hari minggu dipakai untuk ibadah,” jelas Yonatan Bunai, Perwira penghubung Polda Papua dan Pangdam Papua yang ditugaskan di Kabupaten Dogiyai, kepada suarapapua.com, Kamis (12/4/2016).  

Kata Bunai, sejak diumumkannya aturan larangan berjualan pada hari minggu awalnya tetap masih jualan, namun sebulan setelahnya aturan itu mulai membuahkan hasil.Begitupun warga minoritas mereka menerima karena ini kebijakan mayoritas di sini.Mereka menghargai tidak ada pertentangan dengan kebijakan ini.

“Kami berhasil mengamankan penjual yang bandel dan sekarang mereka tidak biasa jual. Kami masih menunggu surat edaran dari pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai untuk dilarang jualan setengah hari untuk hari Minggu. Karena kami belum mendapatkan surat edaran, namun tetap kami kontrol penjual siapa yang sedang menjual,” jelasnya.

Diharapkan, pemerintah segera mengeluarkan surat edaran untuk pejual, agar mereka tidak menjual setengah hari di hari Minggu.

“Selanjutnya kami mendesak pemerintah untuk hal ini dimasukan dalam perda kabupaten Dogiyai,” jelasnya.

Pilipus Kobepa. Kepala Propos Polisi Pamong Praja kepada suarapapua.com mengatakan, masyarakat merasa senang karena apa yang masyarakat inginkan terwujud. Katanya, dua kali pihaknya pernah turun lapangan untuk melarang menjual barang hari Minggu tapi mereka tidak mau dengar.

“Walaupun di awal-awal kami merasa susah, tetapi setelah kami terus berusaha bersama akhirnya sukses juga, tidak ada penjual yang menjual barang di hari minggu selama setengah hari,” katanya.

Kata Kobepa, pihaknya akan terus mengkawal dan mengontrol aturan tersebut sambil menunggu surat keputusan dari bupati tentang aturan ini.

Editor: Arnold Belau
Sumber : suarapapua.com


Bupati Paniai : Tutup Aktifitas Dagang Di Hari Minggu

Bupati Kabupaten Paniai, Hengki Kayame mengintruksikan jika dalam rangka upaya memupuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan sebagai warga negara di Kabupaten Paniai, pihaknya telah menginstruksikan para pemilik toko, kios, rumah makan, dan pedagang lainnya untuk tidak melakukan aktivitas perdagangan pada hari Minggu.

Kata bupati Hengki, instruksi tersebut tidak hanya sebatas bahasa, namun sebagai implementasinya, pemerintah telah mengeluarkan Intsruksi Bupati (Inbup) Paniai bernomor 01 Tahun 2015 tentang tutup jualan toko, kios, rumah makan dan jenis perdagangan lain pada setiap hari Minggu yang telah ditetapkan pada (4/05/2015).

Dikutip dari harianpapua.com “Untuk mengimplementasikan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 1 Tahun 2001, Otonomi Khusus Provinsi Papua, Gubernur Papua menghimbau kepada kami para Bupati dan Wali Kota se tanah Papua dalam upaya melaksanakan Otsus dilakukan penutupan beberapa jam aktivitas jual beli dan kegiatan lainnya yang mengganggu selama umat Kristiani melaksanakan ibadah pada hari Minggu,” kata Bupati Paniai Hengki Kayame di Enarotali, Kamis (14/05/2015).

Dijelaskan Kayame, aktivitas perdagangan pada hari Minggu wajib ditutup selama beberapa jam pada setiap hari Minggu dimulai sejak pukul 06.00 pagi sampai 13.00 siang waktu Papua. Aktivitas kembali dibuka pukul 13.30.

“Kami juga meminta kepada para pimpinan Gereja dan Masjid melakukan sosialisasi kepada umatnya untuk mematuhi dan melaksanakan intsruksi Bupati Paniai di masing-masing Gereja dan Mesjid,” ungkap Kayame.

Lebih lanjut dikatakan, seluruh masyarakat kabupaten Paniai yang hidupnya beragam mesti sadar dan mematuhi serta melaksanakan intsruksi ini untuk mengikuti ibadah dengan tertib bagi umat beragam lainnya di Panai.

“Saya mengharapkan pimpinan dan anggota DPRD Paniai dan pimpinan TNI maupun Polri yang bertugas di Paniai juga musti mendukung instruksi ini dalam pengawasan pelaksanaan sesuai tugas dan fungsinya. Juga kepada para SKPD dan para Kepala Dsitrik serta Kepala Kampung harus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh masyarakat yang ada di Paniai,” pungkasnya

Sumber : Harianpapua.com

Posting Komentar

loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.