Buletinsatu

Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman

BULETINSATU.COM, Jakarta--Kenaikan harga pangan selalu terjadi setiap tahunnya jelang puasa hingga Lebaran. Di saat konsumsi masyarakat yang seharusnya menurun saat Bulan Ramadan, kenyataan di lapangan ternyata malah sebaliknya. Harga berbagai komoditas pangan di pasar meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan keheranannya mengapa hal ini bisa terjadi. Di bulan yang seharusnya konsumsi menurun karena ibadah puasa malah meningkat tidak terkendali.

"Harusnya kalau menahan diri puasa itu mengurangi konsumsi supaya itu kan hakikinya menahan diri mengurangi nafsu, menahan nafsu segala nafsu kita kurangi. Harusnya kebutuhan kita berkurang secara logika bukan bertambah justru ini tidak terkontrol, ini ada anomali," ujar Amran saat menghadiri operasi pasar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2016).

Amran tidak habis pikir kenapa fenomena ini terus berulang setiap tahunnya. Padahal harusnya konsumsi masyarakat menurun karena ibadah puasa. Namun, konsumsi masyarakat cenderung meningkat tanpa diketahui apa penyebabnya.

"Yang saya merenung ini kadang bulan puasa menahan jadi menahan nafsu, menahan semua termasuk menahan belanja, ya kurangi lah, tapi ini dua kali lipat," kata Amran.

Mengantisipasi terjadinya gejolak harga yang lebih tinggi lagi, Kementerian Pertanian (Kementan) mempersiapkan pasokan pangan hingga dua kali lipat saat puasa dan Lebaran. 

"Jadi siapkan dua kali lipat, padahal kita puasa kan, pagi sampai sore menahan makan, minum kemudian nafsu, semua ditahan. Tapi ini nafsu membelinya meningkat, kok ada anomali juga," tutur Amran.[dk]

Posting Komentar

loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.