Buletinsatu

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

BULETINSATU,COM, Jakarta--Fenomena naiknya harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri seakan sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat Indonesia. Hal ini pun menjadi tanda tanya besar bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengaku heran naiknya harga pangan saat momentum tersebut. Seharusnya, saat Lebaran kecukupan stok pangan lebih meningkat ketimbang hari biasa.

"Saya membayangkan kalau di negara lain kalau Natal justru jor-joran diskon, kita malah terbalik mau Idul Fitri malah semua naik dan saya yakin itu mampu kita lakukan," ujarnya saat pembukaan sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6).

Menurutnya, akibat melambungnya harga pangan saat lebaran hanya akan menambah penderitaan rakyat kecil saja, terutama petani lokal.

"Rakyat kecil, petani, buruh tani. Karena 80 persen petani kita konsumen beras, meskipun petani. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan," jelas dia.

Untuk itu, dirinya menegaskan harus ada perubahan setiap tahunnya dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok. 

"Tempat lain bisa kenapa kita nggak. Ini malah cepat-cepatan naik. Ini yang harus dilakukan perubahan. Dan saya yakin mampu kita lakukan, asal terkonsep, terlaksana, dan implementasi di lapangan diikuti," ungkapnya.[mdk]

Posting Komentar

loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.