Buletinsatu

Ketua Umum Apindo Anton J Supit

BULETINSATU.COM, JAKARTA--Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 mencatat anggaran untuk pangan mencapai Rp 17 triliun. Namun, hingga sekarang masih ada beberapa komoditas harus membuka keran impor.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supitmemberi contoh hilangnya stok sapi saat memasuki bulan puasa. Apalagi dengan anggaran sebesar itu tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dana APBN Rp 17 triliun sapinya dimana," ujar Anton, di Jakarta, Senin (6/6/2016).
Selain sapi, Anton menyebutkan komoditas jagung juga mendapat anggaran sebesar Rp 2,4 triliun.
Angka sebesar itu hanya untuk benih jagung menambah produksi petani.

"Jagung Rp 2,4 triliun untuk benih. Anggarannya di luar pupuk," kata Anton.
Anton pun kembali heran, karena pasokan jagung di dalam negeri masih kurang untuk kebutuhan konsumsi.

Namun pemerintah tidak membuka keran impor walaupun stok kurang.
"Di mana jagung itu? Pemerintah stop impor jagung, tujuannya untuk mengurangi impor katanya," papar Anton.[tb]

Posting Komentar

loading...

Politik

[Politik][fbig1][#e74c3c]
Loading...

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]

Ekonomi

[Ekonomi][fbig1][#e74c3c]

Kriminal

[Kriminal][fbig1][#e74c3c]

Hukum

[Hukum][fbig1][#e74c3c]

Internasional

[Internasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.